Cianjur Miliki Doktor Terorisme

DOKTOR TERORISME: Ihat Subihat saat menerima ucapan selamat di Aula Pasca Sarjana Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, kemarin..(FOTO:IST/RADAR CIANJUR)

CIANJUR-Prestasi sangat membanggakan sukses ditorehkan salah seorang putri terbaik Cianjur, Ihat Subihat. Perempuan tangguh kelahiran Kota Tauco ini resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Hukum setelah berhasil mempertahankan dan mempertanggungjawabkan disertasinya di hadapan penguji dalam Sidang Promosi Doktor di Aula Pasca Sarjana Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, kemarin.

Dalam Sidang Promosi Doktor yang berlangsung kurang lebih dua jam itu, Ihat Subihat juga dinyatakan berhak meraih nilai yudisium sangat memuaskan oleh tim penguji.

Menjawab sejumlah pertanyaan yang dilontarkan penguji, dalam paparannya Ihat antara lain menjelaskan alasannya dirinya memilihĀ judul Perluasan Yurisdiksi Kriminal Terhadap Tindak Pidana Terorisme Dalam Sistem Hukum Pidana Indonsia. Wilayah yang selama ini selalu menjadi domainnya kaum laki-laki.

“Gagasan ini berawal dari keprihatinan saya sebagai seorang muslim atas tindak pidana terorisme yang selalu dikaitkan dengan Agama Islam. Melalui disertasi ini, saya ingin membuktikan kepada khalayak bahwa tidak ada kaitan antara tindak pidana terorisme dengan Agama Islam,” ungkap salah seorang dosen Universitas Suryakancana (Unsur) Cianjur ini.

Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur (Panwas Pilgub/Wagub) Jabar itu menyebutkan, hasil penelitiannya sebagaimana tertuang dalam disertasi diharapkan mampu mendorong tegaknya wibawa Pemerintah Indonesia dimata Internasional.

Pemerintah diharapkan mampu bertindak lebih tegas dalam menangani sejumlah kasus tindak pidana terorisme, khususnya yang terjadi di luar negeri dan melibatkan warga Negara Indonesia sebagai salah satu pelakunya.

“Untuk kasus tindak pidana terorisme yang terjadi di dalam negeri, proses penanganan yang dilakukan pemerintah sudah cukup efektif.Ā Namun, efektivitas penanganan belum terjadi untuk sejumlah kasus di luar negeri yang melibatkan warga Negara Indonesia,” kata dia.

Dia mencontohkan penahanan sejumlah warga Negara Indonesia yang dicap sebagai pelaku terorisme tanpa melalui proses peradilan yang jelas. “Contohnya Hambali ditahan di Guantanamo, tanpa melalui proses peradilan. Padahal sebagai Warga Negara Indonesia, Hambali tentu memiliki hak untuk menjalani proses hokum yang jelas,” ungkap dia.

Sementara itu, menanggapi sukses Ihat Subihat meraih gelar Doktor Ilmu Hukum dengan tema terorisme, Ketua Tim Promotor Prof DR H. Romli Atmasasmita, mengaku salut dan layak memberikan acungan jempol. Alasannya, masalah terorisme selama ini selalu hanya menjadi wilayah kaum laki-laki yang tidak pernah tersentuh kaum perempuan.

“Mudah-mudahan ini dapat dicontoh oleh perempuan-perempuan lainnya,” harap Romli.(*/tan)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=20200

Posted by on 31 Jul 2012. Filed under CIANJUR. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top
Copyright Ā© 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.
Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect. -->