Melongok Pembuatan Abon Ikan Tenggiri Asal Cisolok (1)

PRODUKSI ABON : Sejumlah pekerja tengah mengolah daging ikan untuk dijadikan abon berkualitas tinggi.

Dikirim ke Pasar Minggu Hingga Mancanegara

Kreatifitas dan keuletan warga Kampung Pajagan, RT 2/7, Desa Cikahuripan, Cisolok betul-betul bisa diacungi jempol. Mereka mampu mengolah ikan tenggiri menjadi abon yang gurih dan lezat. Pangsa pasarnya pun cukup luas. Mulai ke Pasar Minggu sampai ke manca negara.

PERLI RIZAL, PALABUHANRATU

LOKASI Pengolahan abon ikan tenggiri di Cisolok, berada tak jauh dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pajagan, Desa Cikahuripan. Radar yang kemarin menyempatkan diri untuk melihatnya, hanya melintasi gang yang berliku sekitar 40 meter dari TPI.

Dari jauh saja, tercium harum abon yang tengah diolah. Terlihat kaum ibu-ibu yang notabene isteri para nelayan tengah memasak. Ya, di situ lah,tenggiri yang bakal dijadikan abon.

Ketua Kelompok Bersama (Kube) Tenggiri Ikan Marlin, Aan Sutianah yang ditemui Radar menceritakan bagaimana proses pengolahannya hingga dipasarkan.
Ikan tenggiri memang cukup sulit diperoleh di wilayah Palabuhanratu. Nenek sembilan cucu itu pun harus mendatangkannya dari Jakarta. “Terkadang dari sini. kalau lagi ada,” kata Aan.

Apalagi, ia sudah mengadakan MoU dengan pihak PT Mahkota di Jakarta. Kelompoknya itu menyepakati untuk mengadakan abon sebanyak 3 ton/bulan. Itu artinya, sedikitnya Aan harus mendatangkan ikan sekitar 7 Ton/bulan.

Pengolahannya pun sangat rapi. Mulai pengelupasan kulit, tulang dan daging sangat rinci. Yang digunakan sebagai bahan abon, hanya daging ikan yang berwarna putih. Sedangkan daging ikan yang berwarna hitam. Aan memberikan untuk upah lebih bagi karyawati/anggotanya.

Proses mulai pengukusan/direbus, pengepresan, sampai pengemasan itu hanya menggunakan bumbu alami. Ia menjamin, jika produk hasilnya itu tanpa menggunakan pengawet. Lantaran, dengan tidak menggunakan pengawet ini, abon yang sduah dikemas itu bisa bertahan hingga delapan bulan.

Adapun pengirimannya, mulai ke Pasar Minggu hingga ke manca negara. Diantaranya, Singapura, Hongkong dan Malaysia. “Untuk ke luar negeri via PT Caru Rentek. Harganya, memang cukup terjangkau, hanya Rp 130 ribu/Kg,” singkatnya.

Tapi, ada juga mengemas abon itu dengan kemasan 100 gram, 250 gram dan 500 gram. “Abon ini sangat enak, apalagi dengan nasi panas,” tukasnya.(**)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=19022

Posted by on 23 Jul 2012. Filed under KABUPATEN SUKABUMI. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top
Jump To Top
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.