Hilal Tak Terlihat di Palabuhanratu

OBSERVASI BULAN: Badan Hisab Rukyah (BHR) bersama tokoh agama dan petugas BMKG saat melakukan observasi bulan (hilal) untuk melihat tanda-tanda adanya bulan sabit sebagai pertanda masuknya bulan Ramadan, di Pos Observasi Bulan, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Kamis, (19/7). foto: perli rizal/radarsukabumi

*Pemerintah Resmi Tetapkan 1 Ramadan Sabtu

SUKABUMI–Hasil pengamatan visibilitas Hilal yang dilakukan Badan Hisab Rukyah (BHR) di Pos Observasi Bulan (POB) Kampung Selagedang, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan tidak menampakan hasilnya petang kemarin. Tidak ada satu pun yang melihat tanda-tanda adanya bulan sabit sebagai pertanda masuknya bulan Ramadan. Salah satu faktornya, kondisi langit dipenuhi awan.

Ketua BHR Kabupaten Sukabumi, Muhammad Ansory menjelaskan, meski hilal itu tidak terlihat. Namun, berdasarkan hisab (hitungan), puasa 1 Ramadan 1433 H sudah ditetapkan sesuai keputusan pemerintah yakni hari Sabtu (21/7). Berdasarkan hisab, di Palabuhanratu matahari terbenam pada pukul 17.53 WIB, arah matahari 20 derajat dari utara titik barat, tinggi hilal 1 derajat di atas ufuk mar’i, arah hilal 16 derajat utara titik barat, posisi hilal di 2 derajat selatan matarari, keadaannya miring ke selatan, lamanya hilal 7 menit 59 detik. Hilal terbenam pada pukul 18.01 WIB.

“Jika hilal itu terlihat, posisi dan ukurannya ada pada di posisi itu. Keterangan itu berdasarkan hisab Newcomb,” jelas Ansory kepada Radar Sukabumi, Kamis, (19/7).

Pada observasi bulan yang diikuti ribuan warga dan tokoh agama dari berbagai daerah mulai dari Sukabumi, Cianjur, Tasikmalaya, Bekasi dan Bogor, serta petugas dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat juga ikut turun melakukan observasi menggunakan alat canggih. Meski, hasilnya munculnya bulan di awal bulan itu tidak bisa terlihat. Setelah dilakukan hilal, BHR tentu akan memberikan informasi itu ke pihak BHR pusat. Sehingga tadi malam hasil obserpasi bulan itu dibahas dan diputuskan bahwa 1 Ramadan 1433 jatuh pada Sabtu (21/7) besok.

Kabag Bina Keagamaan Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar mengatakan, pihaknya menyerahkan kepada pemerintah pusat. Lantaran, jika pada diri masih merasakan ada keraguan. Sehingga jalan yang terbaik diserahkan kepada keputusan pemerintah.

“Meski ada sebagian umat Islam yang melaksanakan shaum pertama di hari Jum’at (hari ini) kita hormati pendapatnya. Karena melaksanakan ibadah itu juga pasti dengan keyakinan,” katanya.
Sementara itu, setelah mendengar pandangan sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Islam, Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali akhirnya menetapkan 1 Ramadan jatuh pada Sabtu, 21 Juli 2012.

“Kami memutuskan dan menetapkan bahwa tanggal 1 Ramadhan 1433 jatuh pada Sabtu 21 Juli 2012,” tegas Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali saat memimpin sidang itsbat di Kantor Kemenag Thamrin, Jakarta, Kamis (19/7).

Dalam sidang itsbat ini, pemerintah mendengarkan pandangan dari Ormas Islam. Dari 17 ormas Islam itu hanya dua yang menetapkan 1 Ramadan pada Jumat 20 Juli 2012.

“Saya kira apa yang sudah disampainkan 17 ormas Islam, sudah merepresentasikan kapan 1 Ramadan itu,” jelasnya.

Dua ormas Islam yang menyatakan 1 Ramadan jatuh pada Jumat 20 Juli adalah Front Pembela Islam (FPI) dan Jamah An-Najat. 15 Ormas lainnya setuju dengan ketetapan pemerintah. Sebelum mengakhiri pengumuman resmi ini, Suryadharma meminta persetujuan para ormas Islam yang hadir. Kompak terdengar suara koor ‘setuju”, dan diiringi tepuk tangan hadirin. (ryl/jpnn)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=18717

Posted by on 20 Jul 2012. Filed under UTAMA. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top Jump To Top
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.