Dekat Kegiatan Posyandu Terpadu Tanjung III (2-HABIS)

Ke Kader Bahas Kesehatan Ibu-Balita sampai Lingkungan

KOMPAK: Para kader Posyandu Terpadu Tanjung III.foto:tanu/radarcianjur

MENYAKSIKAN kegigihan ibu-ibu kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Tanjung III di RT 01/19 Kampung Margaluyu, Kelurahan Sayang, Cianjur dalam memberikan pelayanan kepada anak balita dan ibu hamil cukup terdecak kagum. Berikut pantaunya.

Laporan : SARTANU ARISASMARA, Cianjur

MESKI kegiatan hanya satu kali pada minggu ketiga setiap bulannya, tetapi soal kekompakan tak usah disangsikan lagi. Hal itu dilontarkan Ketua Posyandu Rosy Sulistiawati, bahwa pihaknya selalu optimal dalam soal pelayanan kesehatan, terutama informasi soal gizi.
“Ya kami ibu-ibu kader dibantu juga bu bidan dan juga petugas gizi dari Puskesmas Joglo Cianjur,” kata Rosy kepada Radar Cianjur disela-sela kegiatan. Rosy mengungkapkan, jika melihat tugas dan peran kader Posyandu memiliki tugas antara lain, penyuluhan kesehatan, imunisasi, kesehatan ibu dan anak, peningkatan produksi pangan dan status gizi.
Selain itu, keluarga berencana (KB), air bersih dan kesehatan lingkungan, pencegahan dan pemberantasan penyakit endemik setempat, pengobatan terhadap penyakit umum dan kecelakaan. “Namun yang rutin kami berikan pada warga terutama pada balita berupa pelayanan imunisasi, dan membantu ibu hamil bersama ibu bidan,” tuturnya.
Menurutnya, kini jajaran pengurus Posyandu Tanjung III terdiri dari delapan personil, diantaranya Rosy, Ai Herli, Iis, Anita, Ani Irawan, Juju dan Cucu. “Alhamdulilah ibu-ibu ini selalu kompak, semua kegiatan sosial,” tuturnya.
Ketua RT setempat, Yatna Suryatna mendukung terhadap program pemerintah yang digarap ibu-ibu tersebut. Apalagi, ibu-ibu kader cukup gigih dan solid terutama membantu pelayanan kesehatan ibu-ibu hamil dan balita. “Kami mendukung ibu-ibu ini,” imbuhnya. Petugas Gizi Puskesmas Joglo, Totong MS menyebutkan, gerakan Posyandu betapa banyak manfaatnya. Selain mempunyai peran penting dalam meningkatkan pemberian ASI eksklusif, juga melanjutkan pemberian ASI.
Bahkan di Posyandu juga siap melayani berkaitan dengan jaminan persalinan baik untuk warga mampu maupun serba kekurangan. Ia mewanti-wanti, di lingkungan warga jika timbul masalah prevalensi gizi kurang pada anak balita yang berhubungan dengan tingginya bayi lahir dengan berat badan rendah, maka harus segera diinformasikan. Sebab, akibat dari BBLR dan gizi kurang pada balita berkelanjutan pada masalah pertumbuhan anak usia masuk sekolah. “Itu yang kita waspadai dan cegah,” terangnya.Dia mengajak kader Posyandu agar terus monitoring dan promotion bayi sejak lahir hingga lima tahun. Hal itu masuk pada Pusat Pelayanan Terpadu Kesehatan Ibu dan Anak Balita. Untuk itu revitalisasi pos pelayanan terpadu (Posyandu) harus mendapat perhatian yang cukup dalam pembangunan gizi dan kesehatan masyarakat.
“Tapi yang saya lihat ibu-ibu warga Margaluyu sadar dan mau datang ke Posyandu, terutama ketika ada keluhan, itu hasil komunikasi yang baik,” imbuhnya. Kaur Kesra Kelurahan Sayang, A Hanafiah, menyebut terdapat 82 Posyandu yang ada di Kelurahan Sayang. Bahkan dalam satu RW ada dua Posyandu. “Setiap kegiatan masyarakat kami akan selalu support agar semangat,” tambahnya.(*)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=1830

Posted by on 1 Feb 2012. Filed under CIANJUR. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top Jump To Top
3.34% 2.77% 11.49% 16.28% 13.80% 10.83% 10.17% 14.81% 5.76% 8.52% 1.50% 0.74%
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.