At-Tijaniyah Difatwa Sesat

MEDIASI: Kapolres Sukabumi AKBP M Firman (pegang mik) beserta Bupati Sukabumi, Sukmawijaya serta jajaran Kodim 0622 saat mediasi dengan salah satu pengikut At-Tijaniyah Budiman di pendopo bupati Sukabumi, kemarin.
(FOTO: NUNUR/RADARSUKABUMI)

SUKABUMI–Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi bersikap tegas pada aliran At Tijaniyah. Kemarin, Ketua MUI Kabupaten Sukabumi mengeluarkan fatwa sesat pada aliran At-Tijaniyah pimpin Sumarna. Fatwa ini berdasarkan penelitian dan bukti-bukti di lapangan yang menyatakan kesesatannya diantaranya tidak melaksanakan salat Jum’at dan mengganti waktu salat subuh dengan salat dhuha.

” Sebagai rujukan dari sepuluh ketentuan MUI pusat, aliran At-Tijaniyah sesat lantaran dalam unsur pelaksanaan ajarannya. Itu pelanggaran dan sudah keluar dari hukum atau syariat Islam,” tutur Ketua MUI Kabupaten Sukabumi KH Zezen Zainal Abidin.

Pihak MUI juga siap memberikan pemahan dan bimbingan pada anggota At-Tijaniyah agar meninggalkan ajaran sesat tersebut. Bahkan dirinya memberikan peluang pada anggota At-Tijaniyah untuk berdialog tentang Islam. “Sebagai rasa kasih sayang kami pada anggota At-Tijaniyah, kami siap memberikan bimbingan,” jelas pimpinan Pondok Pesantren Azzainiyah ini.

Dalam mediasi yang berlangsung di Pendopo Bupati Kabupaten Sukabumi tersebut, bupati mendukung fatwa MUI ini. Untuk itu, bupati meminta pada pimpinan At Tijaniyah Sumarna agar menghentikan pengamalan ajaran dan membubarkan diri ajaran tersebut. Selain itu, Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Sukabumi agar memberikan pencerahan dan menumbuhkan kesadaran serta pengamalan yang benar pada para penganut At Tijaniyah.

“Setelah pembubaran aliran At Tijaniyah, penganutnya harus mendapatkan pemahaman yang benar,” kata Bupati Sukabumi Sukmawijaya, kemarin.

Sementara itu, perwakilan aliran At-Tijaniyah Budiman mengakui kesesatan aliran ini. Dirinya dan pengikut aliran At Tijaniyah mengikuti aliran ini karena kejujuran sang pemimpin yakni Sumarna dalam melaksanakan segala aktifitasnya. Hal inilah yang menjadikan dirinya dan para anggotanya yang berjumlah sekitar 50 orang itu yang tersebar dari Bogor dan Jampang itu disegani. ” Pak Sumarna tidak pernah bohong dan saat menerima wahyu saja pun kami percaya hal itu benar adanya,” kata Budiman yang juga adik kandung Sumarna.

Soal pembubaran aliran Tijaniyah karena aliran sesat, dirinya akan mengikuti aturan ini dan menghentikan kegiatan Sumarna. Bahkan dirinya siap menindak anggota aliran Tijaniyah yang masih membandel atau menolak fatwa MUI ini. ” Saya menyatakan keluar dari ajaran ini dan saya tidak bertanggung jawab bila masih ada yang mengamalkan ajaran ini,” pungkas Budiman. (cr6)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=17855

Posted by on 10 Jul 2012. Filed under PEMPROP JABAR. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.