TKW Disiksa dan Lidahnya Digunting Majikan

Penyalur Bedah akan Ditelusuri

LUMPUH: Bedah (24) warga Lembur Kaung, RT 2/5, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi mengalami cacat fisik yang diduga disiksa oleh majikannya di Arab Saudi.

SUKABUMI– Nasib Bedah (24), Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Lembur Kaung, RT 2/5, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi yang mengalami siksaan oleh majikannya pasca kepulangannya dari Arab Saudi, mendapat perhatian serius. Kemarin, Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi mulai menyiapkan tim untuk menelusuri penyalur Bedah yang diduga berangkat dengan jalur ilegal.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Aam Ammar Halim mengatakan sangat menyayangkan insiden yang dialami ibu satu anak itu. Sebab dirinya tidak mengetahui asal usul kepulangan Bedah. Bahkan ia mengaku baru tahu nasibnya saat beberapa orang wartawan menghubunginya lewat telepon.

“Ya, saya ga tahu ada Korban TKW yang pulang dari Timur Tengah. Saya tahu dari wartawan yang menelepon saya. Seharusnya ada informasi dulu ke kami,” kata Aam kepada Radar Sukabumi, Jumat, (29/6).

Namun begitu, Disnakertrans Kabupaten Sukabumi sudah melayangkan surat ke Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia untuk segera menindak lanjuti kejadian ini.

“Kami sudah melayangkan surat BNP2TKI dan kementrian. Diharapkan kejadian ini bisa secepatnya terselesaikan,” ujarnya.

Menurut informasi yang tengah didapatkan disnakertrans, BNP2TKI sudah menemukan perusahaan yang menyalurkan bedah ke Timur Tengah itu. Namun dalam hal ini pihaknya masih terus menyelidiki perizinan perusahaan tersebut.
Selain itu Aam nambahkan keberadaan Bedah dinilai ilegal. Pasalnya, Bedah tidak memiliki identitas seperti pasport dan ID pemberangkatan. Meski demikian Disnakertrans akan meminta pertanggung jawaban perusahaan atas hak-hak atas dirinya.

Di tempat terpisah, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Asep Wahyu Nirwana Boestomi bakal menyambangi rumah TKW yang menjadi korban keganasan sang majikan di Arab Saudi itu.

“Saya akan ke rumahnya, untuk melihat kondisi korban. Kejadian itu seharusnya tidak terulang,” kata mantan Ketua DPC PDIP Kabupaten Sukabumi ini.
Asep juga bakal berkoordinasi dengan anggota dewan yang lain untuk mempertanyakan kenapa kasus tersebut selalu terjadi.

“Kami sangat merasa prihatin. Kenapa kasus ini terulang-ulang. Semua pihak harus menyikapi bersama-sama agar tidak ada lagi TKW yang menderita akibat kekejaman majikannya,” katanya.

Ia juga berharap, TKW yang bakal diberangkatkan itu semestinya dibekali terlebih dahulu dengan berbagai keterampilan. Sehingga, kejadian penyiksaan itu tidak terus terjadi.

Kini Bedah hanya bisa berbaring merasakan sakit yang dideritanya. Bukan hanya sekujur badan yang memar akibat pukulan sang majikan. Tapi lidah Bedahpun luka akibat digunting majikannya.(ryl/cr6)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=16549

Posted by on 30 Jun 2012. Filed under UTAMA. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.
Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect. -->