Aktifitas PT. Megatop Dihentikan PTPN VIII

Soal Akses Jalan Angkutan Pasir Besi di Agrabinta

DITOLAK : Pihak PT Megatop melalui utusannya Board Secretary Yuhong Zhang (Jenni Pitiliang), Assistent Manager Jimmi Gunawan saat berkunjung ke Agrabinta Cianjur selatan.(FOTO:SARTANU ARISASMARA/RADAR CIANJUR)

AGRABINTA–Rencana aktifitas jalur angkutan tambang pasir besi PT. Megatop Inti Selaras di sisi pantai Cianjur selatan kini harus terhenti. Pasalnya, akses pembuatan jalan dan jembatan dari jalan utama menuju bascamp dan dermaga di Leuwi Salatri tidak mendapat izin dari PTPN VIII Kebun Agrabinta.

Camat Agrabinta Rustandi membenarkan, sejak tanggal 19 Juni 2012 lalu pihak Direksi PTPN VIII Bandung telah melayangkan surat penolakan kepada Bupati Cianjur, soal izin akses jalan tersebut.

Isi surat penolakan pihak Direksi PTPN VIII memahami kepentingan surat Pemda Cianjur dalam rangka percepatan pembangunan melalu kerjasama pemda dengan swasta (Megatop). Bahwa pihak PTPN VIII punya alasan dengan dasar surat edaran Gubernur Jabar tentang penertiban pengelolaan tanah logam besi yang strtegi untuk penyelamatan wilayah Jabar Selatan.

Bahkan isi surat yang ditandatangani Direksi PTPN VIII Dadi Sunardi ini, beranggapan jika ada aktifitas tambang berdekatan dengan aset kebun, akan berdampak kurang baik terhadap tanaman perkebunan seperti karet dan juga memperngaruhi soal tenaga kerja dan lingkungan kebun.

Karena itu, pihaknya selaku camat hanya mengamankan kebijakan dari bupati, misalnya, saat sosialisasi perusahaan waktu tahun lalu sempat muncul pro dan kontra karena akan ada aktifitas penambangan oleh Megatop. “Itu saja, dan saya tidak harus pusing akan jadi atau tidak, karena permasalahan sudah ditingkat atas,” ujarnya.

Terpisah, Board Secretary PT Megatop Inti Selaras Yuhong Zhang (Jenni Pitiliang) dan Assistent Manager Jimmi Gunawan mengatakan, pihaknya tak akan putus harapan atas penolakan PTPN VIII Kebun Agrabinta dan akan cari solusi lain.

Sebab, perjuangan serta masuk wilayah Cianjur selatan sudah mengantongi izin dan aturan. Bahkan setelah sosialisasi eksplorasi kepada masyarakat Agrabinta tahun lalu tidak ada masalah. Maka dilanjutkan pada tahap berikutnya, salah satunya bagaimana mengelola kandungan alam pasir besi disini.

“Kami datang ke Kabupaten Cianjur telah menempuh peraturan yang diberlakukan Pemkab Cianjur, kami juga berniat untuk sama-sama maju dan berkembang serta bagaimana dapat menguntungkan kepada Pemerintah Cianjur, menguntungkan perusahaan kami, juga memajukan masyarakat,” kata Jenni.

Apalagi pengeboran sudah dilakukan pada lokasi yang ditentukan, yaitu pengeboran di wilayah Desa Tanjungsari dan wilayah Desa Wanasari, dengan jarak lubang bor 80 meter dari laut dan 800 meter jarak antar lubang ke lubang, serta berkedalaman sekitar 4-6 meter. “Ya tujuannya untuk mengecek kandungan besi tersebut,” terangnya.(tan)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=15923

Posted by on 26 Jun 2012. Filed under CIANJUR. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.
Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect. -->