KPU Gencar Sosialisasi ‘Coblos’

Agus Firmansyah

CIKOLE – Pelaksanaan pemilihan Walikota-Wakil Walikota Sukabumi 2013 mendatang, akan menggunakan pola lama yakni dalam menentukan suara dengan cara “Dicoblos” bukan “Dicontreng”, seperti pada Pemilukada 2008 lalu. “Mekanisme penggunaan hak suara pemilih untuk pemilukada 2013 nanti dengan cara dicoblos bukan dicontreng,” ungkap anggota KPU Kota Sukabumi, Agus Firmansyah.

Menurut Agus, keputusan “coblos” tersebut didasarkan pada perubahan Undang-Undang No. 12 Tahun 2008 tentang perubahan kedua Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, bahwa Pemilukada dilakukan dengan mencoblos.

“Kalau mencontreng itu di Pemilu Legislatif (Pilag) dan Presiden atas dasar Undang-Undang No. 10 Tahun 2008 tentang Pemilu, jadi kalau Pemilukada harus merujuk pada UU No. 12 Tahun 2008. Makanya dicoblos, tidak seperti Pemilukada 2007 lalu,” kata Agus.

Dengan perbedaan metode menggunakan suara pihaknya terus melakukan upaya sosialisasi kepada masyarakat terutama pemilih pemula. “Banyak dari kalangan awam terkhusus pemilih pemula yang masih dibingungkan tata cara pemilihan apakah dicontreng atau dicoblos. Masalah ini terus kita sosialisasikan agar tidak terjadi kesalahan ketika mereka nantinya sudah di dalam bilik suara,” jelasnya.(fkr)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=14829

Posted by on 18 Jun 2012. Filed under PEMILUKADA. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.