Waspadai Makanan Siap Saji

PRAKTIKPOTONG AYAM: Petugas saat memamerkan praktik potong ayam yang benar supaya jatuhnya tidak haram.foto:ikbal/radarsukabumi

CIKOLE – Keberadaan mal-mal yang menyediakan makanan siap saji terutama yang berbahan dasar ayam, ternyata dinilai pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi diragukan label halanya. Hal ini dikarenakana, ayam yang digunakan tidak diketahui apakan disembelih sesuai dengan syariat Islam atau tidak. Apalagi ayam-ayam tersebut langsung didatangkan dari luar tanpa diketahui proses penyembelihannya. “Makan yang siap saji, siapa yang berani menjamin itu halal. Kita tidak pernah tau proses penyembelihannya. Inilah yang kita takutkan,” ujar Ketua MUI Kota Sukabumi, Dedi Ismatullah kepada Radar Sukabumi, kemarin.

Hal inilah yang menjadi perhatian MUI Kota Sukabumi. Piahknyapun mulai menggelar sosialisasi kepada masyarakat. Terutama kepada para pedagang ayam yang melakukan penyembelihan sendiri. Sehingga ketika diproses ayam menjadi daging, tidak masuk kategori haram. “Ayamnya memang tidak haram. Tapi kalau penyembelihannya salah dan tidak atas dasar lilahitaala, ini bisa menjadi haram. Sementara utnuk para penjual siap saji, kita akan melakukan duduk bersama agar jangan samapi masyarakat menjadi korban dengan apa yang dimakannya tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, menurut data yang di dapat, ada sekitar 34 Tempat Penyembelihan Ayam (TPA) yang ada di Kota Sukabumi. Dari jumlah tersebut, dalam satu hari sekitar 2.500 ekor ayam disembelih. Untuk mendapatkan ayam yang memenuhi persyaratan seperti yang ditetapkan dalam syariat islam. Makanya mereka terus dibekali keterampilan tentang tatacara penyembelihan. “Ini juga memang sudah diatur dalam UU RI nomor 18 tahun 2009 tentang peternakan dan kesehatan hewan. Juga termasuk dalam perlindungan konsumen,” ujar Kabid Peternakan, Cecep Mansur.

Sementara dari sisi peoses penyembelihan, kebanyakan memang masih menggunakan perlengkapan tradisional. Sehingga ini masih bisa dinilai halal bagi yang mengkonsumsinya. “Kalau kita bisa melihat langsung, otomatis kita bisa mengetahui halal atau haramnya. Tapi kalau disembelih tanpa sepengetahuan kita apalagi sampai di luar daerah ini memang patut diragukan,” pungkasnya.(nur)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=14194

Posted by on 13 Jun 2012. Filed under KOTA SUKABUMI. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.