Melihat Sosok Sopir Walikota Sukabumi (2)

Pernah Nyaris Dikeroyok Preman, Juga Umrah Bersama Walikota Muslikh

BERSIH-BERSIH:Sopir Walikota Sukabumi, Atmaja rajin dan disiplin.

Sudah lima Walikota Sukabumi (bukan tiga) telah mempercayakan untuk mengemudikan mobil dinas kepada sosok Atmaja (56). Kegigihan dan ketekunannya dalam bertugas, menjadi modal penting sehingga bisa dipercaya selama 32 tahun untuk mendampingi orang nomor satu di Kota Sukabumi. Banyak pengalaman tak terlupakan semenjak dirinya bekerja sampai saat ini. Salah satunya pada saat Walikota Zaenudin Mulaebary.

Nurpalah, Cikole

Perjalanan mendampingi orang nomor satu di Kota Sukabumi merupakan kesehariannya semenjak 32 tahun lalu. Banyak kejadian yang telah ia alami. Mulai dari menahan rasa ngantuk saat menjalankan kendaraan, hingga perhan diseruduk bus jurusan Bandung-Tasikmalaya. Atmaja menuturkan, kejadian tersebut terjadi pada saat dirinya akan mengantar Walikota Sukabumi, Zaenudin Mulaebary rapat di Bandung. Saat itu, dirinya tengah asik mengendarai mobilnya seperti biasa dengan penuh hati-hati. Tiba-tiba, bus jurusan Bandung-Tasikmalaya tersebut melaju dengan kencang di belakangnya. Tidak tahu kenapa, mobil tersebut justru menabrak bagian belakang hingga dirinya dan Zaedudin terhentak ke bagian depan. “Pak Zaenudin yang saat itu sedang berzikir tiba-tiba terhentak ke depan sambil bilang ‘Astafirullah’,” kenangnya sambil sedikit tersenyum.
Kejadian tersebut jelas membuatnya sedikit merasa was-was, khawatir terjadi sesuatu yang menimpa Zaenudin. Tidak hanya itu, perasaan bercampur dirasakannya. Namun, karena merasa tidak melakukan kesalahan, dirinya memberanikan diri untuk keluar dari mobil. “Alhamdulillah, ternyata apa yang saya takutkan tidak terjadi. Saya mengira, Pak Zaenudin akan memarahi saya habis-habisan. Ternyata tidak,” terangnya.
Setelah keluar dari mobil, dirinya langsung memarahi pengemudi bus tersebut. Tapi tidak terima, supir bus sendiri akhirnya mengajak Atmaja menyelesaikan masalah ini di terminal bus. Para preman terminal pun mengelilinginya. Dengan perasaan sedikit takut, dirinya tetap memarahi mereka yang mengelilinginya. “Dengan badannya yang besar-besar dan bertato, saya terus memarahi mereka. Lalu tiba-tiba, Pak Zaenudi keluar dari mobil. Sayapun bilang kepada mereka, kalau yang saya bawa adalah Walikota. Mereka pun langsung ketakutan. Sementara Pak Zaenudin hanya bilang, “Ada apa ini” hanya itu yang diucapkannya. Mereka ketakutan dan langsung meminta maaf. Mereka bilang, “Maaf pak saya kira bukan Walikota”,” tutur Atmaja.
Nampaknya, itu salah satu kenangan yang sampai saat ini tidak terlupakan. Hal tersebut merupakan kejadian yang langka dan sangat berkesan. Selain kejadian itu, ada juga kenangan yang membahagiakan dirinya. Semenjak dirinya jadi Sopir Walikota, baru satu kali menginjak tanah suci Mekkah untuk kegiatan umrah. Itu didapatnya pada masa kepemimpinan Walikota Sukabumi, Muslikh Abdussyukur. “Beliau sangat baik terhadap saya dan keluarga. Saya sangat berterima kasih karena bisa pergi umrah,” pungkasnya.(*)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=1198

Posted by on 27 Jan 2012. Filed under KOTA SUKABUMI. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.
Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect. -->