KABUPATEN SUKABUMI

Ditolak BPJS, Baznas Turun Tangan

SUKABUMI-– Sudah jatuh tertimpa tangga. Itulah kata yang cocok untuk pelajar SMP I Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi Dafid Almuis (16).

Betapa tidak, akibat dugaan salah sasaran kaki Dafid harus patah akibat dianiaya oleh orang yang tak dikenal saat hendak pulang sekolah. Sialnya, saat dilakukan penanganan medis keluarga korban harus kembali sedih saat mengetahui anggaran pengobatan korban mencapai Rp26 juta.

Umyati (49) yang didampingi suaminya Usep (54) mengatakan, saat anaknya harus menanggung musibah ditambah lagi biaya anaknya tidak bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan membuat dirinya merasa sedih dan bingung.

Beruntung jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi dalam hal ini Baznas, Dinkes, Ibu Bupati langsung cepat tanggap dan mengumpulkan biaya operasi untuk kemudian dibayarkan ke pihak rumah sakit.

“Alhamdulilah anak saya dapat bantuan dari pemeritah Kabupaten Sukabumi, ya awalnya ketika biaya operasi tidak ditanggung BPJS saya merasa sedih, tapi sekarang sudah dipulangkan, “tukasnya.

Dirinya menjelaskan bahwa anaknya diserang orang tak dikenal saat pulang dengan menggunakan besi di depan toko di Kampung Bojonggenteng, Rabu lalu (02/01). Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB, saat Dafid dalam perjalanan menuju rumah.

loading...
1 2Laman berikutnya
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close