NASIONAL

Bikin Sketsa Pelaku, Cocokkan Sidik Jari di Bom

RADARSUKABUMI.com – JAKARTA— Upaya mengungkap pelaku teror bom di rumah pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus dilakukan. Polisi bakal membuat sketsa orang yang terhubung dengan teror bom untuk peletakan fake bomb di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo. Sedang untuk pelemparan bom di rumah Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif, polisi mengandalkan rekaman CCTV.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, pemeriksaan terhadap enam saksi di sekitar rumah Agus membuat penyidik memutuskan untuk membuat sketsa. ”Sketsa ini berdasarkan keterangan seorang penjual bubur yang rumahnya satu lingkungan dengan Pak Agus,” ujarnya kemarin (11/1).

Jadi, terdapat dua orang lelaki yang sesaat sebelum kejadian itu bertanya kepada penjual bubur tersebut. Mereka bertanya soal rumah dari ketua RT lingkungan tersebut. ”Diduga terhubung karena bertanya sesaat sebelum kejadian,” jelasnya.

Karena saat orang itu bertanya tidak wajahnya terlihat dengan jelas, penjual bubur ini bisa memberikan gambaran wajahnya. ”Dua orang pakai sepeda motor, tanya tanpa pakai helm,” jelasnya.

Saat ini petugas bersama tim Inafis dan ahli sketsa mencoba membuat sketsa wajah orang tersebut. Setelah selesai sketsa tersebut akan coba dibuat versi digitalnya. ”Lalu, sketsa ini dicocokkan dengan data foto yang ada dalam KTP elektronik. Bisa jadi cocok, bisa juga tidak ,” paparnya.

Petunjuk lain yang memungkinkan adalah sidik jari. Diketahui bahwa fake bomb tersebut terbuat dari pipa PVC atau paralon, maka petugas mengecek kemungkinan tertinggalnya sidik jari. ”Kalau ada sidik jari, maka bisa teridentifikasi siapa-siapa yang pernah memegang pipa tersebut,” ujarnya.

Tapi, langkah berbeda ditempuh untuk penyelidikan bom molotov di rumah Laode. Dia menuturkan, pintu masuknya penyelidikan condong pada rekaman CCTV yang berada di rumah dan sekitarnya. ”Kan ada empat,” paparnya.

loading...
1 2Laman berikutnya
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close