Featured

Rizka Raisa Fatimah Ramli, Siswi Makassar yang Juarai Lomba Komik Internasional UNICEF

Tunggu Mama Tidur Dulu untuk Selesaikan Menggambar

Sejak SD, lanjut dia, Rizka sangat gemar menggambar. Bahkan, dia sempat mengembangkan blok untuk menulis saat duduk di bangku kelas V SD. “Semua ini berkat buku bacaan komik yang disediakan sejak dia masih belajar duduk,” imbuhnya.

Rizka menganggukkan kepala. Sesekali mengunyah pisang goreng. “Selain itu, sejak kecil memang suka nononton film kartun dan itu sampai sekarang,” tutur mantan pegawai PLN Sulselbar itu. “Iya. Jadi, uang jajan saya kumpul juga untuk beli komik. Dan setiap waktu luang, saya ke Gramedia membaca. Saya suka di sana (Gramedia) dingin,” ujar Rizka, lalu tersenyum.

Siswa kelas tiga itu masuk ke dalam kamarnya. Dia mengambil laptopnya. Dia memperlihatkan beberapa karyanya. Termasuk komik tentang kekerasan dan perundungan (bullying) yang berhasil menjuarai lomba komik internasional Unicef.

“Semoga ini menjadi inspirasi banyak orang. Bagaimana untuk bisa speak up (angkat bicara),” tegasnya. “Karena yang paling susah sebenarnya menjadi saksi mata dari kasus bully yang terjadi. Dan saya pikir saksi mata itu punya kekuatan besar untuk menghentikan itu,” jelasnya.

Menurut dia, kasus bully sudah sangat lama terjadi. Dia mengambil perumpamaan dirinya sendiri. Sejak lahir hingga saat ini. Dan dia ingin setiap saksi mata itu angkat bicara untuk menghentikan itu dengan caranya. Apakah dengan menulis atau dengan kekuatan lainnya.

“Dan saya sendiri menggambarkan superhero di sini sebagai diri saya. Kekuatannya menggambar,” tuturnya terlihat serius. Rizka tak hanya mahir menggambar. Dia juga mahir berbahasa Inggris. Belajarnya lewat game. (*)

loading...
Laman sebelumnya 1 2 3
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close