UNIVERSITAS NUSA PUTRA

Ponpes Nusa Putra dari Santri Mahasiswa Asing Hingga Misi Menjadi Rujukan di Indonesia

Berawal dari tekad melahir­kan Generasi Nusa Putra Bri­lian (Genusian) yang mampu bersaing di kancah global, selain memiliki ilmu pengetahuan dan tek­nologi (iptek) dan skill mumpuni, juga akhlak yang baik. Sejak tahun 2008 berdirilah Pondok Pesantren (Ponpes) Mahasiswa Nusa Putra  di Kampung/Desa Cibatu RT 24/06, Kecamatan Cisaat, Kabupa­ten Sukabumi, Jawa Barat.

Radar Sukabumi mewawancarai Paikun, ST, MT. yang menjabat sebagai Direktur di ruang kerjanya, di Gedung A Lantai 5 Kampus NPU, Jalan Raya Cibolang, Kecamatan Cisaat. Berikut petikannya:

  1. Bisa ceritakan bagaimana awal berdirinya Pondok Pesantren Mahasiswa Nusa Putra ini?

Berawal dari tekad melahir­kan Generasi Nusa Putra Bri­lian (Genusian) yang mampu bersaing di kancah global, selain memiliki ilmu pengetahuan dan tek­nologi (iptek) dan skill mumpuni, mahasaiswa Universitas Nusa Putra (NPU) juga dituntut memiliki akhlak baik sebagai modal utama. Oleh karena itu, Ponpes Mahasiswa Nusa Putra memiliki visi menjadi lembaga yang mampu membentuk pribadi muslim yang memiliki prestasi akademik tinggi dan berakhlak mulia. Selain itu, ponpes ini juga memiliki misi untuk mengaplikasikan Trilogi Nusa Putra yaitu, Cinta Kasih Ilahiyah, Cinta Kasih Orang Tua, dan Cinta Kasih Sesama.

Untuk mencapai tujuan serta visi misi, kami memberi­kan program beasiswa penuh bagi mahasiswa NPU, agar meraih iptek sesuai bidang yang diminati. Sedangkan di ponpes, para san­tri dibina dengan metode pengajaran, kepengasuhan, kesantrian, pengabdi­an, dan kewira­usahaan.

Bermula dari keinginan agar mahasiswa yang tengah menimba ilmu di Universitas Nusa Putra juga mendapatkan ilmu agama yang sejalan dengan visi dan misi perguruan tinggi, serta Trilogi Nusa Putra, pada tahun 2008 pihak lembaga mencari tempat representatif untuk dibangun ponpes mahasiswa yang dapat menampung santri putra maupun putri.

Kemudian, berkat kerjasama dengan Yayasan Darussalam Pondok Pesantren Matahul Anwar yang dikelola KH R. Dadang Hidayat (alm), kami mendapatkan lokasi di Jalan Ciraden No. 356, Kecamatan Cisaat, di untuk didirikan pondok pesantren,” beber Paikun. Kami mulai menerima santri pada tahun 2009, di mana pada saat itu, Pesantren Matahul Anwar sudah tidak lagi menerima santri.

Sejak awal berdiri, ponpes ini gratis dan menerima 20 santri putra putri. Pada 2016, seiring pemindahan lokasi kampus ke Cibolang, maka agar dekat dengan lokasi kampus, ponpes pun dipindahkan ke Kampung Cibatu. Dan kini, setiap tahunnya, Ponpes Mahasiswa Universitas Nusa Putra itu, menerima sedikitnya 35 santri sekaligus mahasiswa penerima beasiswa yang wajib tinggal di ponpes tersebut.

Saat ini, mahasiswa yang tinggal di pondok sebanyak 120 santri putra-putri. Sejak berdiri kami telah menghasilkan ratusan santri mahasiswa yang kini telah bekerja di dalam dan luar negeri.

  1. Terkait visi pondok pesantren dan Trilogi Nusa Putra, bisa dijelaskan lebih detail?

Jadi santri mahasiswa di sini dibiasakan menjalani hidup ikhlas dalam beramal dan selalu jujur dalam bersikap, serta disiplin dan sederhana dalam menjalani hi­dup. Selain itu, santri juga diharuskan senantiasa bersikap santun dalam bergaul, serta mandiri dalam berusaha.

Visi tersebut bertujuan membina santri agar memiliki pemahaman Islam yang baik dan benar, kekuat­an ruhiyah baik, kebeningan qalbu, serta kemandirian dan mampu bertanggungjawab terhadap setiap tindakan yang dilakukan. Santri juga harus memiliki jiwa kepemimpinan dan mampu mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan agar memiliki kesiapan menalani hidup.

  1. Bagaimana dengan sistem pendidikan sendiri?

Sistem pendidikan di pesantren bertujuan mengembangkan potensi fitrah manusia, atau fikriyah, ruhaniyah, dan jasmaniah. Di Pesantren tiga potensi fitrah tersebut diasah melalui tiga bidang pendidikan yakni, pengajaran, kepengasuhan, dan ke­san­trian yang dilakukan secara bersama-sama.

Nah, untuk ouput-nya, bisa dilihat dari seberapa besar dan mampu keberadaan sebuah lembaga keagamaan memberi pengaruh baik terhadap lingkungan sekitar, setidaknya dapat dilihat dari kontribusi dan perannya dalam aksi-aksi sosial kemasyarakatan.

Di Ponpes Mahasiswa Nusa Putra, semua mahasiswa santri, selain wajib mempelajari ilmu fi­qih, tasawuf, dan tafsir AlQuran, juga wajib belajar bahasa Arab dan Inggris, filsafat sosial, filsafat ilmu, kepemimpinan, manajemen organisasi, olah raga, hingga aktif dalam pelatihan resimen mahasiswa (menwa).

Selain itu, santri mahasiswa juga dididik untuk memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Jadi, selain mempelajari ilmu keagamaan, para mahasiswa santri Ponpes Nusa Putra juga aktif dalam berbagai aksi pelestarian lingkungan, seperti melalui Program Sukabumi Hijau. Hal tersebut bisa dibuktikan deng­an dilakukannya penanaman 1000 pohon di pesisir selatan Kabupaten Sukabumi, tepatnya di Desa Pangumbahan Kecamatan Ciracap.

Tak hanya itu, ada juga kegiatan tadabbur alam. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi santri mahasiswa jurusan teknik sipil. Karena dengan kegiatan tersebut, mereka dapat melihat dan mempelajari bangunan bangunan zaman dulu.

  1. Seperti apa rencana pengembangan ke depannya?

Benar. Tentu saja kami selaku pengelola akan terus melakukan berbagai upaya agar mahasiswa santri merasa nyaman, seperti di antaranya, dari mulai penyediaan fasilitas sepeda, mesin cuci, internet serba gratis, dan lainya.

Bahkan, untuk menambah kenyamanan, kini sedang dikembangkan gedung ponpes baru yang ke depannya diproyeksikan dapat menampung lebih dari 600 santri.

  1. Lantas, bagaimana menyelaraskan dengan visi Universitas Nusa Putra menjadi world class university?

Tentu semua sudah on the track menuju visi tersebut. Bahkan ke depan pondok pesantren ini akan menerima santri-santri dari luar negeri yang akan kuliah di Universitas Nusa Putra. Hal ini sesuai visi NPU menjadi world class university. Tak hanya itu saja, kami juga memiliki target agar ke depan, pondok pesantren ini dapat menjadi rujukan perkembangan Islam di Indonesia. Islam yang toleran dan rahmatan lil alamin.

BIODATA

PAIKUN ST., MT.
Direktur Pondok Pesantren Nusa Putra

Paikun, ST., MT.

Sukabumi, 2 Maret 1974

Alamat

Perum Gunung Jaya Permai, Jl. Cempaka 1 No. 5, Gunung Jaya, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi

Pendidikan

  • SD Negeri Kebon Waru
  • SMP PGRI Surade
  • STM Dwi Darma
  • S1 Teknik Sipil Universitas Nusa Putra
  • S2 Teknik Sipil Universitas Trisakti

Pekerjaan/jabatan

  • Dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas Nusa Putra
  • Kepala Program Studi Teknik Sipil Universitas Nusa Putra
  • Direktur Pondok Pesantren Mahasiswa Nusa Putra
  • Direktur PT Sukses Bangun Investama

Organisasi

  • Pengurus DKM Masjid Raya Raudhatul Irfan, Sukabumi
  • Pengurus DKM Masjid Nururrahman, DKI Jakarta
  • Anggota Persatuan Insinyur Indonesia (PII)
  • Pemuda Panca Marga (PPM)
loading...
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close