KABUPATEN SUKABUMI

Gunung Sabak Kembali Terbakar

SUKARARANG— Gunung Sabak kembali terbakar, diduga kebakaran tersebut berasal dari ulah orang yang tidak bertanggungjawab dengan membuang puntung rokok disekitaran gunung.

Berdasarkan data dari Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, bahwa kebakaran tersebut berawal dari warga yang membuang puntung rokok secara sembarang, maka dari itu dirinya menghimbau kepada seluruh warga agar tidak membuang puntung rokok ke semak belukar di kawasan Gunung Sabak dan Gunung Suta, Desa Prianganjaya, Kecamatan Sukalarang. Lantaran, bisa memicu kebakaran di kawasan hutan tersebut.

“Dalam waktu satu bulan ini, kawasan di gunung tersebut sudah dua kali terjadi kebakaran. Peristiwa yang pertama terjadi pada Minggu (16/9) lalu.

Sementara peristiwa kebakaran yang kedua terjadi pada Senin (16/10). Untuk itu, kami menghimbau kepada warga agar mewaspadai kebakaran di hutan itu, sehingga tidak menimbulkan korban bencana,” jelas Relawan BPBD Kabupaten Sukabumi, Taufik kepada Radar Sukabumi, kemarin (16/10).

Peringatan kewaspadaan itu, sambung Taufik, sengaja dilalukan mengingat di kawasan gunung tersebut sering terjadi kebakaran. “Meski di gunung ini, jauh dengan pemukiman penduduk dan tidak berpotensi dapat menimbulkan korban jiwa.

Tetapi, warga tetap harus mewaspadainya. Sebab proses pemadamannya akan menjadi lebih sulit. Ya, karena medannya cukup terjal dibandingkan dengan lokasi kebakaran di pemukiman penduduk,” paparnya.

Selain memberikan peringatan agar warga tidak membuang puntung roko sembarangan, BPBD Kabupaten Sukabumi juga meminta warga agar tidak membakar rerumputan yang mengalami kekeringan karena khawatir menimbulkan kebakaran hutan.

“Peristiwa kebakaran yang kedua kalinya, telah menyebabkan hutan seluas 40 hektar hangus terbakar. Berdasarkan pantauan petugas dilapangan, memang belum bisa diketahui secara pasti api bermula dari apa. Namun, dugaan sementara api disinyalir akibat dari puntung roko,” pungkasnya.

 

(den/d)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close