KABUPATEN SUKABUMIWISATA

Situ Dewa Dewi Cipiit, Semakit Melejit

JAMPANGTENGAH— Tak banyak yang tau akan keberadaan Situ Dewa Dewi Cipiit yang berada di Kampung Rawaseel, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi. Konon, tempat wisata alam baru cocok menjadi salah satu destinasi wisata bagi yang suka menikmati panorama alam alami, suasana perdesaan dan perhutanan.

Di objek wisata yang baru nge-hits beberapa waktu ini, terdapat situ ditengah hutan pinus, gua dan yang lainnya. Di lokasi wisata alam situ dengan seluas sekitar dua hektare ini, juga dilengkapi dengan perahu kayu, tempat berfoto selfie serta pepohonan pinus yang mengelilingi situ tersebut menambah suasana kian menyatu dengan alam. Tak ketinggalan, selama berada di Situ Dewa Dewi Cipiit, pengunjung disuguhi udara sejuk dan bisa merasakan buaian angin lembut perhutanan langsung.

Soal fasilitas, pengelola Wisata Situ Dewa Dewi Cipiit yang merupakan warga sekitar kerja bareng dengan pemerintahan desa setempat dan perhutani ini sudah menyiapkannya. Mulai dari toilet umum, mushola dan gazebo tempat beristirahat pengunjung sembari menikmati kesejukan suasana perhutanan.

Berbicara tarif, berkunjung ke SituDewa Dewi Cipiit bisa jadi berwisata hemat. Bayangkan saja, per orang hanya dikenakan tarif Rp5000 memasuki kawasan Situ Dewa Dewi Cipiit tanpa dibatasi waktu. Tarif tambahan sebesar Rp5000 lagi dirogoh jika mau menaiki perahu kayu. Begitupun, fasilitas parkir kendaraan motor terbilang murah dan aman. Pengelola sudah menyiapkan lokasi parkir kendaraan dilokasi wisata dengan tarif parkir sebesar Rp3000.

Salah seorang pengelola Situ Dewa Dewi Cipiit Ade Sopyan mengatan, lokasi Situ Dewa Dewi Cipiit merupakan tanah perhutani. Sebab itu, pengelolaannya melibatkan pihak perhutani dan desa yang dilaksanakan oleh warga setempat. Semenjak diperkenalkan beberapa waktu lalu, tak sedikit wisatawan yang berkunjung. “Apabila Sabtu atau Minggu, rata-rata pengunjung bisa mencapai ratusan orang. Kami masih terus membenahi fasilitas-fasilitas lainnya,” kata Ade kepada koran ini.

Lebih lanjut Ade mengatakan, publikasi Situ Dewa Dewi Cipiit yakni melalui berbagai jejaring media sosial. Dia optimis, lokasi wisata yang baru dikelola sekitar beberapa hektar ini ke depannya akan menjadi destinasi wisata favorit. “Hasil dari retribusi dipergunakan lagi untuk membenahi lokasi di sini. Kami optimis ini akan menjadi tempat favorit karena menyuguhkan keindahan alam alami,” imbuhnya.

Untuk mencapai ke lokasi Situ Dewa Dewi Cipiit, bisa masuk dari ruas Jalan Babakan, Leuwiliang-Tanjungsari. Jarak dari ruas Jalan Babakan, sekitar 5 kilometer dan bisa dilewati menggunakan sepeda motor dan mobil standar meskipun kondisi jalannya agak menanjak. “Jalan rusak berbatu tidak lebih dari 70 meter,” ujarnya.

Salah seorang pengunjung asal Kecamatan Cikembar, Mia (16) mengaku, lokasi tersebut indah serta murah. “Begitu masuk ternyata lebih tertata sehingga kami nyaman. Kebetulan, saya tengah libur sekolah begitu tahu dari Media Sosial (Medsos) dan teman-teman langsung mengunjungi tempat wisata ini,” akunya.

Mia berharap, ke depan pasilitas ditempat wisata tersebut dapat dilengkapi sehingga para pengunjung bisa lebih dimanjakan. “Selain itu, inspratuktur jalan harus diperbaiki sehingga pengunjung tidak terlalu sulit untuk menempuh perjalanan menuju objek wisata ini,” harapnya.

 

(bam/d)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close