KOTA SUKABUMI

Enam Korban Bencana Alami Trauma Ringan

GUNUNGPUYUH– Enam korban selamat asal Kota Sukabumi dalam bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Kota Palu, Sigi dan Donggala Sulawesi Tengah masih mengalami trauma.

Namun begitu, tim dari Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi terus melakukan pendampingan kepada enam warga Kampung Cipelangede RT 02/12, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh tersebut.

Pengelola Program Kesehatan Jiwa, Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Iyus Yustiandi menyebutkan, hasil pemeriksaan kepada enam korban selamat ini, secara keseluruhan kondisi fisiknya cukup baik. Hanya saja memang, dampak traumatis masih nampak terlihat jelas.

“Secara fisik tidak ada masalah, artinya cukup sehat. Hanya saja memang untuk menghilangkan dampak traumatisnya memerlukan proses dan waktu yang tidak sebentar,” ungkapnya kepada Radar Sukabumi saat menyambangi kediaman enam korban selamat ini, kemarin (11/10).

Dari keenam korban ini, Yoyom Yuliawati yang merupakan ibu dari Selvi dan Ria ini terlihat yang paling tegar diantaranya seluruhnya. Termasuk ketiga cucunya yang sudah mulai hilang traumanya, karena sudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar.

“Efek trauma yang paling terlihat ada pada Selvi, mungkin karena dirinya sudah cukup lama disana sehingga banyak hal yang mungkin belum bisa dipercayainya,” ujarnya.

Kendati demikian, untuk memastikan kesehatan fisik dan jiwanya ini, pihaknya bakal terus melakukan pemantauan kepada enam korban selamat ini hingga benar-benar dipastikan kembali pulih.

“Ya, kami terus lakukan pendampingan dan pemantauan, terutama Puskesmas setempat,” singkatnya.

Sementara itu, Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) Dinas Sosial Kota Sukabumi, Intan Khoerinisa menambahkan, pihaknya telah melakuan assesmen sebagai langkah awal sebelum dilakukannya trauma hiling. Adapun hasil asesmennya, daei aspek biologis, psikologis dan spiritualnya ini cukup bagus.

“Tidak terlalu parah ya, secara biologis memang masih mengalami pusing-pusing, psikologisnya masih nampak rasa trauma.
Selanjutnya, hasil pertemuan ini akan disampaikan kepada Dinas Sosial untuk menentukan langkah selanjutnya, apakah diperlukan trauma hiling atau tidak,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Selvi Yuliawati mengaku masih cukup tidak percaya atas peristiwa yang menimpanya tersebut.
Namun begitu, dirinya amat bersyukur seluruh anggota keluarganya selamat dan kembali bisa berkumpul.

“Memang, kalau trauma dan rasa was-was itu pasti masih ada, karena memang disana sudah cukup lama. Tapi yang jelas, saya bersyukur semua anggota keluarga dapat selamat,” pungkasnya.

 

(upi/e)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close