KABUPATEN SUKABUMI

DLH: PT SSR ‘Lamhay’

Akibat Tidak Bisa Mengelola Bak Penampungan Limbah

CIBADAK— Adanya keluhahan dari masyarakat, terhadap aktivitas perusahaan yang dilakukan oleh PT Sukabumi Silica Resources (SSR), sebetulnya sudah diketahui sejak lama oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi. Namun, berdasarkan keterangan dari DLH, PT SSR tersebut sering tidak mengindahkan peringatan DLH. Bahkan, DLH menilai pihak perusahaan lalai dalam mengelola bak penampungan limbah sehingga lumpur dari bak tersebut meluap hingga mengalir ke sungai Cicatih.

Kepala DLH Kabupaten Sukabumi, Abdul Qodir mengatakan, setelah adanya pemberitaan terkait keluhan warga DLH langsung turun kelapangan untuk melakulan pengecekan. “Kami sudah beberapa kali melakukan pengecekan dan pemantauan perusahaan tersebut. Bahkan setelah ada pemberitaan kami juga langsung kelapangan tapi sekarang masih menunggu hasil dari pengecekan tersebut,” kata Abdul kepada koran ini, Kamis (11/10).

Kendati memiliki enam bak penampungan lanjut Abdul, tetapi jika tidak dikelola dengan baik seperti secara berkelanjutan dilakukan pengerukan lumpur dari bak tersebut maka lumpurnya akan meluap. “Karena lumpur yang mengendap seharusnya perusahaan mengelola secara konsisten dengan melakukan pengerukan sehingga lumpur tidak meluap ke sungai. Tentunya ini suatu kelalayann pihak perusahaan sehingga kami terus melakukan himbauan. Tapi seharusnya pihak perusaaan melakukan pengelolaan bak dengan baik jangan harus diberikan himbauan terus,” tegasnya.

Persoalan tersebut sambung Abdul, kesekian kalinya terjadi bahkan DLH bersama Satpol PP dan Pemerintah Kecamatan Cibadak kerap melakukan pengecekan terhadap perusahaan. “Tapi saat ini malah terjadi hal yang sama kembali. Kami akan terus melakukan pemantauan dan memberikan himbuan kepada perusahaan. Jika masih seperti itu mungkin yang memberikan tindakan nanti dari pihak Satpol PP,” pungkasnya.

 

(bam/t)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close