KOTA SUKABUMI

Puluhan Penari Jaipong Bakal di Uji

Lebih lanjut dirinya mengatakan, Budaya seni sunda Tari Jaipong kini nyaris punah dibumi tempat kelahirannya parahyangan terkikis oleh budaya asing. Memasuki era globalisasi saat ini biasanya dalam acara kegiatan apapun pesta perkawinan, kenaikan kelas dan kegiatan-kegitan lainnya lebih mengutamakan menampilkan budaya barat dibandingkan budaya sendiri.

Menyikapi situasi dan kondisi saat ini, Ki Domon tidak tinggal diam begitu saja ia bersama kerabatnya bertindak untuk membentuk sebuah sanggar Tari Jaipong yang dikenal dengan rancak budaya Catrik Palagan.

“Sejak berdiri tahun 1999 hingga sekarang kami masih eksis membina dan mengembangkan bakat-bakat pemula dengan target sasaran membentuk penari-penari jaipongan yang profesional, tidak akan pernah animo masyarakat terhadap jaipong pun kini sudah bagus yang aktif aja sekarang anggota ada 60 orang,”terangnya.

Adapun untuk kehadiran Catrik Palagan ini, semakin hari dikenal masyarakat sekaligus banyak diminati kalangan siswa SD dan SLTP sehingga sering mendapat undangan kehormatan untuk mengisi pada puncak acara peringatan Hari-hari besar nasional dan acara lainnya. Seperti pada tanggal 29 Juli 2018 Catrik Palagan ini ikut memeriahkan Bandung International Art Festival pada saat Car Free Day di Dago, Bandung. Menampilkan tari jaipong Daun Pulus Keser Bojong yang sekaligus mendapatkan ORI (Original Record Indonesia) Award.

 

(PKL17/d)

Laman sebelumnya 1 2
Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close