POLITIK

Fahri: PKS Wafat

JAKARTA– Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menemukan fakta yang menarik. Pasalnya, dalam hasil survei internalnya, saat ini hanya ada enam partai yang berpotensi lolos ke DPR. Diketahui pula, dalam survei itu, sejumlah partai-partai besar yang telah melenggang ke Senayan berpotensi tidak lolos ambang batas parlemen (parlementary threshold) pada pemilu 2019 mendatang. Mereka adalah PKS, PAN, NasDem, dan Hanura.

Menanggapi hasil survei itu, Politikus PKS Fahri Hamzah mengaku tak kaget dengan hasil temuan tersebut. Dia pun setuju bahwa partai yang telah membesarkan namanya itu tak lolos ke senayan. “Dugaan saya begitu (tidak lolos ke Senayan), PKS sudah innalilahi wa innalilahi rojiin,” kata Fahri di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (20/7).

Fahri pun menyinggung konflik internal dalam PKS, yang dinilai menjadi pemicunya. Dia menyebut partai besutan Sohibul Iman itu tengah mengalami krisis kaderisasi. Dia pun mencontohkan mengenai komitmen aturan elite PKS dahulu mengenai mengharamkan pasangan pasutri menjadi caleg. Kini, aturan itu justru telah banyak dilanggar.

“Akhirnya mohon maaf kayak pak Heryawan, istrinya anaknya kan ikut, banyak itu saya dapet laporan kemarin di Ambon orang pada lapor sekarang itu satu keluarga masuk,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Fahri menyebut saat ini banyak bakal calon legislatif PKS yang memutuskan mundur karena harus meneken surat pengunduran diri saat mendaftar caleg. Dengan kebijakan yang seperti itu, dia memprediksi umur PKS akan segera berakhir.

“Bagaimana anda mau berjuang sementara nyawa anda di tangan orang kan ngga bisa begitu. Menurut saya PKS ini nggak ada masa depannya. Karena itu wajar orang menarik diri dari situ semua dan wajar kalau prediksnya ga lolos Threshold,” pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam temuan LIPI, elektablitas PKS hanya sebesar 3,7 persen. Sedangkan PAN hanya dikisaran 2,3 persen, NasDem 2,1 persen, dan Hanura 1,2 persen. Sementara itu, Partai Perindo mendapatkan 2,6 persen, PBB 0,7 persen, Partai Garuda 0,2 persen, PSI 0,2 persen, Partai Berkarya 0,2 persen. Sedangkan PKPI tak masuk dalam survei. Ditambah 2 persen memutuskan tidak memilih atau golput. (aim/JPC)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close