PENDIDIKAN

Dibalik Usaha Perjuangan Para Honorer

Dua Perempuan Pentolan Honorer K2, Jago Lobi Tebal Muka

Sudah sekitar 11 tahun lamanya para honorer K2 (kategori dua) berjuang mendapatkan status PNS. Dari yang awalnya honorer, kemudian oleh pemerintah dikategorikan satu (K1) dan dua (K2).

MESYA MOHAMAD– Jakarta

MENJADI PNS harga mati! Itu sudah semacam slogan yang digaungkan 439.590 honorer K2. Mereka menolak dijadikan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K). Alasannya P3K ini statusnya serupa honorer cuma ganti baju dan diatur di UU Aparatur Sipil Negara (ASN).

Tidak ingin di-P3K-kan, para pentolan honorer K2 terus berjuang. Berbagai upaya mereka tempuh. Mulai lobi-lobi di masing-masing Badan Kepegawaian Daerah (BKD), bupati, walikota, gubernur, anggota DPRD, DPR, DPD, MPR, menteri, kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Konfederasi Serikat Buruh Indonesia (KSBI), hingga presiden. Ibarat kata, sekecil lubang jarum pun akan dilewati agar status PNS di bisa mereka sandang.

Mirip seperti organisasi profesional, honorer K2 ini diwadahi forum. Forum honorer K2 ini punya tim khusus perlobian, dana, sekretariat, dan lainnya. Mereka ini jaringannya luas sehingga informasi sekecil apapun bisa tembus di kuping honorer K2.

Nurbaiti, koordinator honorer K2 DKI Jakarta misalnya. Guru SD di Jakarta ini terkenal dengan kemampuan lobinya. Setiap agenda rapat pembahasan revisi UU ASN pasti cepat diterima, bahkan sebelum jadwal dipajang di website DPR RI.

Dia juga sangat lihai mendekati para politisi Senayan lintas partai. Nurbaiti memiliki kemampuan menyampaikan materi perjuangan honorer K2 dengan bahasa yang menarik tapi tajam. Namun, untuk jadi seperti itu banyak kerikil tajam yang harus dilewati.

1 2 3Laman berikutnya
Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close