BISNISEKONOMI

Pasar Barat Turun, Timur Tengah Naik

Ekspor ke India tercatat berkurang 570,89 ribu ton atau dari 2,37 juta ton Januari–April 2017 turun menjadi 1,80 juta ton periode yang sama 2018.

’’Ini fenomena yang tidak lazim. Sebab, biasanya menjelang Ramadan permintaan minyak sawit oleh India meningkat, tetapi tidak terjadi pada kuartal pertama 2018 ini. Kemungkinan disebabkan pemberlakukan tarif impor tinggi oleh India,’’ tambah Danang.

Sepanjang April 2018, harga CPO global bergerak pada kisaran USD 640–USD 680 per metrik ton dengan harga rata-rata USD 662,2 per metrik ton. Harga rata-rata April menurun USD 14 jika dibandingkan dengan harga rata-rata pada Maret lalu USD
676,2 per metrik ton.

Direktur Corporate Affairs Asian Agri Fadhil Hasan mengatakan, pihaknya meminta pemerintah India untuk mengkaji kembali kebijakan kenaikan bea masuk produk sawit sebesar 45 persen dan 54 persen untuk produk turunannya. Adanya kenaikan

bea masuk tersebut turut memengaruhi ekspor perseroan ke negara tersebut. Asian Agri setiap bulan mampu mengekspor 100 ribu ton sawit ke India. ’’Walaupun, ya kita enggak bisa melakukan apa-apa,’’ujarnya.

ilustrasi harga sawit

(agf/vir/c4/sof)

Laman sebelumnya 1 2
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close