KABUPATEN SUKABUMISUKABUMI

Karyawan CV BAS Bongkar Praktik Pungli

┬áSUKABUMI – Ratusan buruh garmen CV Berkah Alam Saribumi (BAS) akhirnya mengungkap praktik pungutan liar (Pungli) di lingkungan perusahaan kepada para pencari kerja. Camat Cikembar yang menerima langsung pengaduan ini pun berjanji, akan menyampaikan dugaan Pungli itu kepada aparat kepolisian supaya diusut sampai tuntas.

Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, pungutan yang dilakukan oknum pegawai ini nilainya bervariasi. Mulai dari Rp500 ribu sampai Rp5 juta. Adapun uang diberikan kepada pihak yang tidak bertanggung jawab saat calon pekerja menandatangani perjanjian kontrak.

“Saya masuk untuk kerja ke sini (CV BAS) tuh menggunakan uang sebesar Rp3 juta. Adapun uangnya diberikan kepada salah seorang perwakilan dari pihak perusahaan saat akan penandatanganan kontrak kerja selama tiga bulan dalam massa training kerja,” ujar salah seorang buruh CV BAS, Yulian Abdul Sidik (19), warga Kampung Cisemplak, RT 2/6, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung kepada Radar Sukabumi, kemarin.

Ironisnya, uang yang dikeluarkannya itu tidak sebanding dengan pendapatan ia bekerja di pabrik ini. Bahkan untuk upahnya sendiri, sampai sekarang masih belum juga dibayarkan. “Saya dan juga teman-teman yang lain menuntut keadilan. Upah kami minta segera dibayarkan,” tuntutnya.

Seorang buruh lainnya, warga Kampung Babakan Pari, Kecamatan Cisaat, Irwansyah (30) mengaku, para buruh merasa kecewa dengan manajeman CV BAS yang telah melanggar peraturan Dinas Ketenagakerjaan.

“Saya masuk ke perusahaan ini mengeluarkan uang juga, besarannya Rp2 juta. Tapi setelah bekerja, kami tidak dibayar,” akunya juga

1 2Laman berikutnya
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close