NASIONAL

Cokolades, Sambal Cokelat Buatan Asli Jember Idenya Tidak Sengaja, Disukai di Luar Kota

Dirinya pun mengaku bingung. Apalagi, selama ini dia tidak memiliki pengalaman tentang cokelat. Dirinya merasa minder, apalagi saat itu banyak rekan-rekannya yang mengikuti pelatihan ini adalah barista yang banyak membuat segala hal tentang kopi dan cokelat. Daripada bingung tidak ada yang diusulkan, dirinya pun menyebutkan akan membuat sambal cokelat.

“Padahal, saat itu belum tahu apa itu sambal cokelat. Tapi kan memang dasarnya saya tukang membuat sambal,” ucapnya lalu tersenyum. Akhirnya, dia mendapat kabar bahwa dirinya menjadi pemenang dalam program tersebut. Dia pun kemudian diminta untuk membuat sampling dari rencana di proposal tersebut.

Yuni lantas melakukan eksperimen untuk pembuatan sambal cokelat itu. Mulai dari bentuk cokelat bubuk, kemudian pasta, hingga cokelat batangan. “Awalnya malah bukan jadi sambal cokelat, tetapi rasanya malah kayak pecel,” ucapnya. Dengan banyak melakukan latihan dan uji coba, kemudian dirinya menemukan yang pas, yakni sambal dengan dicampur cokelat pasta. Bahkan, kini dia sudah mengembangkan sambal cokelat ini dengan berbagai varian level sambal. “Ada tiga level. Sedang, pedas, dan pedas sekali,” terangnya.

Yuni menjamin, setiap orang yang mencicipi akan ketagihan dengan rasanya, bahkan tidak mau untuk berhenti, karena memang memberikan sensasi sendiri. Mulai dari pedas, manis, gurih, pahit, dan semuanya bercampur menjadi satu.Namun, memang sambal yang diciptakannya ini cocok untuk menemani bersantai. Sebab, memang bentuknya sambal cocol, sehingga harus dengan camilan agar lebih asyik. “Namun, ada juga pelanggan yang suka dimakan sambal aja. Jadi, tergantung dengan selera,” jelasnya.

Dia menjelaskan, saat ini sambal tersebut sudah banyak dipesan oleh pelanggan dari Jember juga luar Jember. “Bahkan, sudah banyak kirim ke Jakarta, Bandung, dan luar pulau,” terangnya. Meskipun baru dilakukan dengan tenaga sendiri, namun dia sudah sering menerima pesanan ke luar daerah hingga ratusan untuk sekali kirim.

Untuk penjualannya, dia juga telah melengkapi berbagai persyaratan termasuk PIRT dan izin lainnya, meskipun masih skala UMKM. “Sementara untuk keluar daerah dengan botol plastik. Cokolades ini bisa bertahan sampai 1 bulan dengan harga Rp 25 ribu,” jelasnya.

Laman sebelumnya 1 2 3Laman berikutnya
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close