FeaturedSUKABUMI

Nama Panjang Dan Unik, Amirul Wahid Slalu Presiden Sulit Isi Nama di Kolom Ujian

CICANTAYAN- Nama bukan hanya sekedar sebagai identitas seseorang, namun nama juga mengandung arti sebagai do’a bagi sipemilik nama tersebut. Begitupun dengan anak kelas VI SD Cisande II, Kecamatan Cicantayan yang terlahir bernama Amirul Wahid Slalu Presiden.

Berita Terkait : Kisah Dibalik Penamaan Amirul Wahid Slalu Presiden

Tetapi, anak bungsu dari empat saudara pasangan Siti Arifah (48) dan Adang Sujana (52) ini mengaku selalu menemui kendala dengan nama panjang dan unik yang orangtuanya wariskan ini. Terutama saat pengsisian kolom nama pada kertas ujian nasional, karena nama Amirul Wahid Slalu Presiden terlalu panjang, terpaksa dirinya menyingkat nama tersebut.

“Sulitnya itu saat isi nama di kolom ujian sekolah, kalau ditulis semua tidak cukup sehingga terpaksa di saingkat menjadi Amirul Wahid Slalu P,” aku Amirul kepada Radar Sukabumi saat ditemui di kediamannya di Kampung Cibalung, RT 3/1 Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan sepulang ujian nasional SD disekolahnya.

Selain kesulitan isi nama pada kolom kertas ujian nasional, Amirul mengaku kerap ditanya soal kepastian nama belakangnya ini, baik dari guru, teman sebaya maupun masyarakat.

“Awalnya sih gak banyak yang tahu soal nama asli saya, tapi saat kartu ujian dibagikan semuanya jadi tahu bahwa nama belakang saya Slalu Presiden,” ungkapnya. Memiliki nama itu, Amirul tidak sama sekali merasa malu atau minder. Bahkan, nama pemberian ayah angkatnya ini menjadi kebanggan tersendiri baginya.

“Sekarang sudah tidak malu, dulu iya sedikit. Tapi sekarang saya bangga, karena ayah memberikan nama ini karena saking sayangnya,” ujarnya.

Sementara itu, Siti Afifah, ibu kandung Amirul Wahid Slalu Presiden berharap agar nama yang dimiliki anaknya ini menjadi berkah. “Semoga saja jadi berkah, atau bahkan Amirul bisa bertemu dengan presiden,” singkatnya. (Upi)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Close