UNIVERSITAS NUSA PUTRA

Agar Mahasiswa Tak Gagap Menyongsong Masa Depan

Teknik Elektronika Universitas Nusa Putra (NPU) adalah program D3, yang mulai dibu­ka sejak 2007, dan hingga kini telah meluluskan ba­nyak mahasiswa.

Mia Arma Desima (kanan).

“Kita belajar deng­an sistem modern, menggunakan fasilitas internet, google classroom, dan cara belajar siswa aktif, sehingga mahasiswa bisa kuliah dengan menyenangkan dan bebas mengeks­presikan diri,” jelas Kepala Program Studi (Prodi) Teknik Elektro­nika NPU Marina Artiyasa, ST, MT.

Wanita yang hobi memasak, foto­grafi, dan browsing internet ini juga men­jelaskan, banyak mahasiswanya kini sudah bekerja di pelbagai perusahaan, seperti UC1000, Krating Daeng, IndoLacto, Pocari Sweat, Aqua, hingga PLTU Pelabuhan Ratu, Mercy, Siam Cement Group (SCG), dan ba­nyak lagi.

“Bahkan, ada yang sudah bekerja di PT Telkom, PLN, dan MNC Group,” jelas Marina. “Tak hanya itu, ada juga yang bekerja di Korea Selatan dan Jepang,” imbuh wanita kelahiran Ban­dung, 3 Desember 1973, kepada Radar Sukabumi di ruang kerjanya.

 

Memiliki Lab Sendiri

Panel Kit PLC dengan HMI karya mahasiswa
Universitas Nusa Putra, Radete, Anton, dan
Latief

Menurut Marina, sejak pertama kali berdiri di Cigayung, Kecamatan Cisaat, kemudian pindah ke kampus baru di Cibolang Kaler, kecamatan yang sama, NPU telah memiliki Lab Elektronika. “Kita memiliki berbagai alat ukur se­perti osiloskop, signal generator, dan alat ukur lainnya, dan berba­gai kit karya mahasiswa elektronika yang membuat tugas akhir.”

Pada lab tersebut, mahasiswa bisa mempelajari micro controller dengan berbagai aplikasinya, misalnya aplikasi robotic dengan robot line follower, robot hexapod, membuat tangan robot  dengan arduino, motor servo, dan push button, atau aplikasi radar dengan sensor ultrasonic dan  motor servo dengan aplikasi matlab dan arduino.

“Sesuai perkembangan zaman, semua perangkat bisa dikontrol me­­lalui android atau web. Se­iring per­kembang­an teknologi, ke depannya, peran manusia menjadi minimal,” jelas alumni Universitas Pakuan itu.

Selain micro controller, juga terda­pat beberapa Kit Programmable Lo­gic Controller (PLC) merek Omron dan karya para mahasiswa yang dilengkapi dengan input dan output.

Panel PLC karya Irwan dan Ismet dilengkapi
input dan output yang sering dipergunakan
untuk kegiatan praktek

Sekadar informasi, PLC sendiri adalah merupakan alat untuk meng­otomatisasi mesin-mesin agar berjalan dengan lancar, sehingga campur tangan manusia menjadi minimal.

“Ini merupakan keunggulan mahasiswa Universitas Nusa Putra, di mana di kampus ini mahasiswa mempelajari PLC, ladder, programming, hingga apli­kasi yang biasa digunakan di dunia industri,” demikian ditambahkan Sekretaris Prodi Teknik Elektronika Mia Arma Desima, ST.

Lebih jauh, wanita yang juga bekerja di P2TL PT PLN UPJ Sukaraja, Kabupaten Sukabumi itu menjelaskan, semua PLC pada dasarnya adalah sama, misalnya untuk merek Siemens atau Mitsubishi.

“Saat ini sudah ba­nyak industri di Sukabumi yang menggunakan PLC, dan Nusa Putra satu-satu­nya universitas yang memiliki Prodi Teknik Elektronika yang mempelajari PLC.”

Agar Tidak Gagap

Marina dan Mia kompak yakin, dengan mempelajari PLC, diharap­kan mahasiswa bisa mengenal peralatan industri beserta program dan aplikasinya, sehingga jika kelak sudah lulus dan memasuki dunia kerja, mere­ka tidak akan gagap teknologi dan mene­mui banyak kesulitan.

Selain itu, aplikasi yang dimiliki adalah sistem pengisian air deng­an conve­yor dan solenoid valve, dan sis­tem racking otomatis yang bisa menempatkan benda sesuai kla­sifikasi­.

“Untuk aplikasi hidroponik de­ng­­an PLC, bisa berputar dan mengisi air sendiri. Ada juga miniatur lift, walaupun sederhana, tetapi para mahasiswa bisa mempelajari cara kerja lift,” beber Mia.

Peluang Kerja Menantang di Pelbagai Bidang

Peluang kerja untuk mahasiswa Prodi Teknik Elektronika terbuka lebar, terbukti dengan banyak lulusannya NPU yang telah bekerja sesuai bidangnya, misalnya Gina Amelia yang bekerja sebagai perancang gambar fiber optic (FTTH) dengan Autocad, kini telah berstatus karyawan MNC Group di Jakarta. Untuk menjadi karyawan di perusahan sekelas MNC Group, tidaklah mudah.

Bahkan Gina terlebih dahulu harus bersaing dengan lulusan kampus lain se­perti dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI0, dan lainnya.

Keberadaan gadis berjilbab di salah satu perusahan raja media itu membuktikan, jika mahasiswa NPU tidak kalah dengan jebolan kampus lain, bahkan yang sudah ternama sekalipun.

“Ada juga yang bekerja di PLN, Telkom, dan perusahaan lainnya. Jabatannya pun tidak kalah bergengsi, seperti Programmer PLC, maintenance kelistrikan dan automasi. Namun banyak juga yang memilih berwirausaha,” pungkas Marina Artiyasa.

Berprestasi Berkat Beasiswa Penuh Universitas Nusa Putra

Ujang Syamsul Rahman

Lahir di Sukabumi, 1 Desember 1997, Ujang Syamsul Rahman kini tercatat sebagai mahasiswa semester 4 pada Prodi Teknik Elektronika, sekaligus Ketua Himpunan Mahasiswa Elektro (HME).

“Waktu lulus SMK, saya ingin melanjutkan kuliah. Namun keluarga terbentur biaya. Saat tahu Nusa Putra memberikan program beasiswa penuh, saya mencoba ikut dan alhamdulilah lolos seleksi,” tutur remaja yang memiliki cita-cita menjadi seorang entrepreneur itu.

Ia menjelaskan, alasan memilih Prodi Elektro, karena dinilai cocok dengan kepribadiannya yang hobi bereksperimen.

Sebagai tempat bernaung semua mahasiswa elektro, HME mengadakan Anniversary ke-11 HME pada 2017 lalu, Workshop PLC, bakti sosial dan buka puasa bersama saat Ramadhan tahun 2017 silam.

Selain itu, HME juga menggelar Musyawarah Besar HME 2017, Ospek Jurusan Himpunan Mahasiswa Elektro tahun 2017, dan rutin mengadakan diskusi himpunan, dan Elektro Roadshow 2018, serta kujungan industri.

Sedangkan di luar kampus, HME aktif mengikuti berbagai lomba seperti, Singing Contest se-Kota dan Kabupaten Sukabumi, Lomba Futsal se-Bogor-Sukabumi-Cianjur di Gedung Disen Cisaat, Lomba Futsal Nasional di Institute Teknologi Bandung (ITB), serta Pengabdian Masyarakat HME di wilayah Pajampangan, Kabupaten Sukabumi.

“Bahkan dalam waktu dekat, akan digelar pula Lomba Robotic pada 28 April. Lomba ini bertujuan memasyarakatkan dan mengenalkan robotic. Peserta akan diberi training sampai bisa, agar mengenal, senang, kemudian berkeinginan mempelajari robotic ke tingkat lanjut. Event ini bekerjasama dengan komunitas robotic di Bogor,” terang mantan Bendahara BEM Nusa Putra itu.

Asri Astari Dewi: Teguhkan Hatimu Agar Tak Menyesal dan Salah Langkah

Duta nusa putra (teknik elektronika) gadis yang hobi nge-mc ini akan magang di Taiwan, dan mengambil program internasional AIS.

Untuk masuk ke Jurusan Teknik Elektronika, kamu harus memiliki kemampuan berlogika, matematika dan fisika yang kuat. Perbedaan antara Teknik Elektro dengan Teknik Elektronika adalah, Teknik Elektronika mencakup lebih spesifik dari Teknik Listrik, seperti komponen-komponen listrik, transistor, semi konduktor, dan lain-lain. Sedangkan Teknik Listrik mencakup bidang yang lebih luas seperti pengelolaan sumber daya energi/listrik dalam skala besar misalnya untuk kepentingan industri.

Di jurusan ini, mahasiswa akan dinilai melalui laporan tertulis dan tugas praktek. Sehingga di luar mata kuliah, mahasiswa dituntut banyak membaca dan melakukan riset secara individual.

ASRI ASTARI DEWI

Selain mempelajari teori-teori, sebagian besar waktu akan dihabiskan di laboratorium atau tempat praktek lainnya untuk melakukan penelitian.

Nah buat adik-adik, belajar di Teknik Elektro itu seru, apalagi buat kalian yang suka riset, perdalam ilmunya, ciptakan inovasi terbaru dari tangan kalian.

Mulai sekarang, teguhkan hatimu agar tak menyesal dan salah dalam melangkah.

 

Aldi Renaldo: Belajar Menyikapi Perbedaan di Universitas Nusa Putra

ALDI RENALDO

Duta nusa putra , mahasiswa semester 6 Teknik elektronika, akan magang ke Taiwan, dan mengikuti program international AIS.

Menjadi mahasiswa elektro di Universitas Nusa Putra, saya menjalani banyak hal, kuliah, berorganisasi, bakti sosial, mengajar anak-anak yang membutuhkan, juga KKN di Curug Kembar.

Saya juga menjadi Duta Nusa Putra,  juara futsal, dan kampanye gerakan membaca. Di sini saya juga belajar PLC, kelistrikan, mikrokontroler dan banyak lagi. Di Nusa Putra, mahasiswa bukan hanya belajar di dalam kelas, tetapi belajar di masyarakat. Dunia sesungguhnya ialah saat kita terjun ke masyarakat, bagaimana kita bisa berperan di masyarkat, dan memberikan apa yang kita punya untuk sekitar kita.

Selain itu, saya juga banyak melihat dan belajar menyikapi perbedaan. Semua akan menjadi bekal untuk masa depan, untuk kelak lebih baik lagi.

Terimakasih, Nusa Putra.

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close