BANDUNG

Aa Gym : Bagaimana Cara Balik Modal Cagub Miliaran ?

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan alias Aher berbicara tentang pengalaman saat proses kampanye Pilgub Jabar dulu. Aher yang akan selesai masa jabatannya dua bulan ke depan itu hadir di pengajian Aa Gym di Masjid Daarut Tauhid, Bandung, Minggu subuh (22/4).

Dipandu Aa Gym ceramah berlangsung interaktif. Aher bernostalgia saat masih masa kampanye. Aa Gym pun banyak bertanya soal kampanye dan menyinggung biaya jadi calon. Aher lalu menjawab pengalaman menjabat gubernur dua priode. “Insyaa Allah 10 tahun selesai, 2 bulan lagi,” kata Aher.

Lalu dia bercerita waktu kampanye Pilgub Jabar di Majalengka pada 2008 silam. Saat itu sudah kemalaman dan tak ada penginapan murah di sana. Akhirnya, Aher menginap di Masjid Agung. “Biasanya kalau ditanya orang, di mana ketemu malam, di situ tidur,” ujarnya.

Aa Gym panggilan KH Abdullah Gymnastiar itu menanggapi curhat Aher sewaktu masih menjadi calon gubernur. “Biasa gogoleran ya, tapi goler di masjid berkah,” kata Aa Gym.

Setelah itu, Aa Gym pun menanyakan terkait fenomena banyaknya pejabat yang ditangkap KPK. Menurutnya, sudah 95 pejabat yang ditangkap KPK. Baik gubernur, Walikota, dan Bupati.

“Penyumbang terbanyak dari Jawa Barat. Dan minggu lalu dari tetangga Daarut Tauhid sendiri. Jadi, kenapa mati-matian jadi pejabat, pas jadi tertangkap KPK?” tanya Aa Gym dengan ekspresi khasnya.

Aher menjawab bahwa banyak yang ingin sesuatu lebih tapi caranya salah. Menurutnya, harusnya pejabat itu qa’naah (menerima apa adanya). Jangan terlalu ngejar-ngejar harta. “Tapi, kesalahannya harus urut (runut). Bukan hanya menimpa orang yang menimpa tadi, tapi bisa jadi kesalahan sistemnya,” beber Aher.

Aa Gym akhirnya curhat bahwa biaya jadi bupati Rp 20 miliar. “Hah, bangkrut. Jadi gimana balik modalnya?” tanya Aa Gym.

Aher pun sedikit memberikan cara menjadi pejabat yang baik. Dia menegaskan bahwa apa yang sudah dikeluarkan harus dijadikan sedekah untuk sampai kesempatan berkhidmat lebih baik lagi.

Dia mencontohkan, kalau dihitung katakanlah, biaya jadi bupati Rp 20 miliar, itu paket hemat. Terus kemudian gaji bupati Rp 6,5 juta. Itu dia jadi masalah, harus ditingkatkan. Kemudian tunjangan Rp 6,5 juta.

“Total Rp 13 juta per bulan ditambah dengan intensif pajaknya 10 kali lipat gaji maksimal. Nah, gaji maksimal seorang bupati, kali 5, kali 12 bulan, kurang lebih Rp 6 miliar,” ungkap Aher panjang lebar.

Mendengar jawaban itu, Aa Gym kembali menanggapi pengeluaran untuk menjadi bupati sebesar Rp 20 miliar. Ia berpendapat bahwa rakyat harus patungan mendorong calon pemimpinnya.

“Siapapun calonnya rakyat harus patungan,” ungkapnya.

Aher menyepakati bahwa memang harusnya seperti itu. “Tapi UU gak ada sama sekali seperti itu. Harusnya didorong (calon bupati) oleh rakyatnya,” katanya.

“Kadang gak paham kenapa seperti itu. Banyak pemimpin bertumbangan. Sebagai rakyat kita tidak boleh dengan hal seperti ini. Karena setiap pilihan kita merupakan pilihan politik. Yang berbahaya adalah orang yang salah mengerti tentang Islam,” tambah Aa Gym melanjutkan.

Masih kata Aa Gym, politik itu kesempatan untuk melakukan kebaikan bersama. “Kita harus siap dengan beda pendapat, tapi bukan berarti musuh,” katanya seperti dimuat PojokJabar (Jawa Pos Group).

(yuz/jpg/JPC)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close