BOGOR

Tawuran Pelajar , Satu Tewas, Dua Luka Berat

Aksi tawuran kembali terjadi di Jalan Raya Jampang, Hambulu, Parung, Kabupaten Bogor. Tiga pelajar SMK swasta di Parung dikeroyok komplotan pelajar lainnya sepulang sekolah, Rabu (18/4) siang. Akibatnya, satu orang tewas dan dua pelajar lainnya luka berat. Sejak tadi malam, sekolah pelaku pengeroyokan dijaga ketat, menyusul adanya rencana aksi serangan dari pihak keluarga korban.

Kapolsek Kemang Kompol Ade Yusuf Hidayat mengatakan, kejadian tersebut bermula ketika Muhammad Ridwan Ogi Alamsyah, Fikri Fahrian Nazib, Bastian Sugiarto, hendak pulang sekolah mengendarai satu motor bersama tiga temannya.

Tiba-tiba korban dihadang enam pelajar SMK lainnya yang menunggangi dua motor. Korban yang saat itu tidak mengetahui apa-apa sempat melarikan diri namun nahas tertangkap para pelaku. Korban pun dikeroyok di tengah jalan menggunakan benda tajam berupa celurit.

Mendapatkan luka bacok di bagian dada sebelah kiri, lebam di kepala dan punggung, mengharuskan Muhammad Ridwan Ogi Alamsyah dilarikan ke Rumah Sakit Dompet Dhuafa hingga mendapat perawatan intensif. Namun, akhirnya korban meninggal dunia. “Fikri Fahrian Nazib mengalami luka serius di bagian kepala namun masih sadarkan diri dan sedang menjalani perawatan,” ujar Ade kepada Metropolitan.

Ade mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan pendalaman terkait kasus tersebut. Motif dan latar belakang pelaku melakukan pengeroyokan terhadap korban merupakan beberapa poin yang menjadi fokus penyelidikan pihaknya. Hingga kini, pelaku masih dalam pengejaran pihak kepolisian Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor. “Saat ini kita sedang dalami kasus tersebut dan melakukan pengejaran kepada enam pelaku pengeroyokan yang menimpa tiga pelajar SMK,” katanya.

Sementara di Kampung Hambulu, RT 03/03, Desa Pondokudik, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, petugas gabungan kepolisian, TNI dan Pol PP dari kecamatan ikut berjaga-jaga di lokasi sekolah. Sebab, ada informasi terkait aksi balas dendam pihak keluarga yang tak terima dengan insiden tersebut.

Salah seorang warga RW 07, Desa Pondokudik, Bangbang, mengaku mendapat kabar soal adanya massa yang berniat menyerang sekolah pelaku. “Kalau untuk warganya, saya belum jelas. Namun saya dapat info bahwa akan ada penyerangan massa dari pihak korban. Dari siang saya standby hingga malam, nanti bagaimana kasus ini menemukan titik terangnya,” ujar Bangbang di lokasi.

Kapolsek menambahkan, pihaknya akan menjaga sekolah tersebut sampai Kamis (19/4) pagi. “Kami juga sudah bergerak dibantu Resmob Polres Bogor untuk penyidikan. Untuk sekolahan ini, kita belum tahu karena belum ada saksi bahwa mengarah ke sekolahan Mensis. Malam ini (tadi malam, red) kita akan penjagaan sampai besok pagi,” pungkasnya.

(ogi/mul/d/feb/run/metropolitan)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close