NASIONAL

Dua Pekan Mahasiswa BSBI Tinggal di Banyuwangi Baru Beberapa Hari, Sudah Bisa Main Lagu Jaran Goyang

”Di sini ada yang bisa bermain gitar, saxophone, dan elektone. Ya, mereka kita ajari juga. Jadi nanti mereka ini kan akan menjadi duta budaya, sehingga musik tradisional Oseng juga bisa dimainkan dengan alat musik lain,” imbuhnya.

Subari mengatakan, mengasuh 12 mahasiswa dengan karakter budaya berbeda-beda, bisa dibilang gampang-gampang susah. Selain harus berhati-hati dalam beberapa hal, seperti penyebutan nama, dan cara penyampaian materi, dirinya juga harus bisa membuat mereka nyaman.

Untuk masalah makanan contohnya. Karena sebagian berasal dari negara di luar ASEAN seperti Jepang, Azerbaijan, dan Bulgaria, dia pun harus bisa ’memaksa’ semuanya untuk bisa menerima makanan lokal. ”Tidak ada masalah sebenarnya untuk makanan, tapi saya menekankan kalau mereka juga harus bisa membiasakan lidahnya menerima masakan Banyuwangi. Karena ini juga sebagian dari budaya Banyuwangi,” kata Subari.

Sesekali, Subari juga memberikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk memasak makanan asal negara asalnya. Biasanya dia memberikan kesempatan itu di akhir pekan. Jadi, dia meminta daftar bahan makanan terlebih dahulu. Lalu, Subari belanja bahan-bahan tersebut dan membiarkan para mahasiswa itu memasak sendiri.

”Biasanya malam minggu mereka kita beri kesempatan memasak sendiri. Seperti besok ini mereka mau masak Tomyam, ya nanti saya carikan bahannya,” terang subari.

Selain memberikan materi secara langsung, rencananya 12 mahasiswa itu akan dibawanya ke Desa Kemiren supaya bisa melihat langsung aktivitas budaya Suku Oseng. ”Mungkin bulan depan, kita carikan keluarga asuh di Desa Kemiren. Jadi mereka akan ikut aktivitas budaya di sana, termasuk keseharian keluarga asuh. Nanti kita lihat, apa mental mereka tetap bagus ketika harus masuk ke masyarakat,” ujarnya.

Laman sebelumnya 1 2 3 4Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close