ISTANAJAWA BARATNASIONALSUKABUMI

Turunkan Angka stunting, Jokowi Blusukan di Bantargadung

SUKABUMI— Guna menurunkan angka stunting atau gagal tumbuh terhadap anak-anak di berbagai daerah di Tanah Air, Presiden Joko Widodo turun langsung memantau program ini, salah satunya di Kampung Pasapen Darusalam, Desa/Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Minggu (8/4).

Menurut Jokowi Tingginya angka stunting menjadi ancaman kemampuan daya saing bangsa. Berdasarkan catatan dunia sedikitnya 7.8 juta dari 23 juta balita Indonesia adalah penderita stunting. Angka itu jauh lebih tinggi dari batas toleransi stunting di angka 20%, sementara balita penderita stunting Indonesia mencapai 35,6%. Dengan dasar itu, Jokowi meminta kepada ibu-ibu memeriksa balitanya secara rutin di Posyandu terdekat.

“Stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas manusia Indonesia, ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa,”ujar Jokowi disela-sela kunjungan kerja di Bantargadung.

Dirinya menginginkan masyarakat bisa tahu, akan bahaya stunting atau kerdil. Sehingga, nantinya ibu-ibu bisa mengukur asupan gizi anak-anak. Berdasarkan pantauan radarsukabumi.com, dari sejak pagi Jokowi yang didampingi Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriyawan melakukan pengecekan kepada sejumlah anak yang sebelumnya sudah dikumpulkan.

Disana, Presiden ke tujuh ini berdialog dengan warga akan bahaya stunting, selain mengarahkan Jokowi juga memberikan pesan pesan kepada ibu-ibu akan memperhatikan tumbuh kembang anak. Soalnya, ini bisa mempengaruhi produktivitas mereka (anak-anak red), kemudian mempengaruhi kreativitas di usia-usia produktif‎. “Saya menekankan upaya penurunan angka stunting adalah kerja bersama, harus melibatkan semua elemen masyarakat,” kata Jokowi.

Lebih lanjut Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun meminta jajarannya untuk bekerjasama dengan para ibu yang tergabung dalam Program Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan mengaktifkan kembali secara maksimal fungsi posyandu di daerah-daerah.Bahkan, dirinya mengaku dalam dalam tiga tahun terakhir, pemerintah sudah membagikan biskuit kepada ibu-ibu hamil dan balita. Namun, program itu juga belum cukup meningkatkan gizi anak. Sehingga, ia menilai masih diperlukan penambahan asupan makanan lain seperti telur, susu dan makanan bergizi lainnya.

Ditempat terpisah salah satu warga, Mumul (45) mengaku tidak tahu apa itu stunting, dirinya hanya tahu bahwa hari ini ada Jokowi ke Desanya dan diperintahkan datang untuk membawa anak. Namun, saat ditanya soal tumbuh kerdil dirinya menjawab mengetahui soal anak kerdil.

“Gak tau apa itu, (Stunting red). Ya kalau anak kerdil mah tau dari lihat Televisi, ya Syukur kalau begitu. Saya berharap program ini berkelanjutan saja, “jelas ibu-ibu yang membawa anak balita umur 2,5 tahun. (*/hnd)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close