CIANJUR

10,38 Persen Warga Cianjur Hanya Lulusan SD

CIANJUR – Hasil data yang tercatat di Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cianjur menginformasikan, Angka Partisipasi Sekolah (APS) usia sekitar tujuh hingga 12 tahun di Kabupaten Cianjur tahun 2017 sebesar 98,93 persen.

Kabupaten Cianjur terus berjuang untuk meningkatkan Angka Partisipasi Sekolah (APS). Meski saat ini sekolah sudah gratis hingga SMP, namun masih saja ada yang tidak melanjutkan sekolah.

Saat ini, APS usia 13 hingga 15 sebesar 89,62 persen. Dengan demikian masih ada 10,38 persen warga Cianjur tidak bersekolah ke jenjang SMP/sederajat.

Kepala Seksi Statistik Distribusi BPS Kabupaten Cianjur, Nevi Hendri mengatakan, APS usia 16 hingga 18 tahun sebesar 57,90 persen, semakin banyak yang tidak bersekolah lagi pada tingkatan SMA/sederajat 42,1 persen. Salah satu Indikator terkait pencapaian Rata rata lama sekolah (RLS) adalah Angka Partisipasi Sekolah (APS).

“Nah, APS merupakan proporsi dari semua anak yang masih sekolah pada suatu kelompok umur tertentu terhadap penduduk dengan kelompok umur yang sesuai. Kondisi tersebut berdampak nyata terhadap pencapaian RLS dimasa datang,” jelas dia saat ditemui di meja kerjanya, Selasa (3/4/2018).

BPS Menyebutkan, pada jenjang usia 16 hingga 18 tahun atau usia SMA Sederajat. Ini lah memerlukan pengawalan ekstra, untuk mendorong APS haruslah seiring dengan penyediaan infrastruktur sekolah.

Berdasarkan data Dapodik 2017, Kabupaten Cianjur memiliki SD/MI sebanyak 1.473 unit, dan SMP/MTs sebanyak 429 unit dan SMA/MA/SMK sebanyak 261 unit.

Jemput bola lulusan SMP pada dasarnya adalah penelusuran minat melanjutkan bagi siswa lulusan SMP. Minat dan keputusan melanjutkan sekolah tentunya terkait erat juga dengan orang tua siswa.

Orang tua menjadi kunci keputusan untuk menyekolahkan anaknya ke jenjang lebih tinggi. Oleh sebab itu pada saat inilah kondisi yang tepat untuk menginventarisasi rencana orang tua siswa terhadap keberlangsungan sekolah anaknya.

Masih menurut Nevi, semakin tinggi jenjang pendidikan semakin sedikit unit sekolahnya. Maka di sini juga permasalahan mulai muncul. Sekiranya seluruh lulusan SLTP mampu digiring untuk melanjutkan sekolah ke SMA/sederajat.

“Dimanakah mereka akan ditampung? Maka itu, hal tersebut diperlukan tambahan pembangunan gedung sekolah,” ujarnya.

Selain itu pihaknya menyebutkan, dari sisi minat siswa melanjutkan, juga memerlukan pengawalan dan komitmen bersama. Sebentar lagi memasuki tahun ajaran baru 2018/2019. Pelaksanaan Ujian Nasional tahun 2018 sudah mulai berlangsung pada bulan April 2018 ini. Satu hal upaya preventif yang bisa dilakukan pada masa ini adalah jemput bola lulusan SMP.

(radar cianjur/mat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close