BANDUNG

TPA Diperpanjang, Warga Bersyukur

BANDUNG – Warga Desa Sarimukti Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat bersyukur kontrak Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah bagi Bandung Raya diperpanjang hingga 2021. Warga mengakui adanya TPA mengangkat perekonomian masyarakat dan pendapatan pemerintah desa. Kepala Desa Sarimukti, Didin Robana mengatakan, perpanjangan kontrak TPA Sarimukti patut diakui banyak memberi dampak positif bagi ekonomi warga. Tak sedikit warga yang khawatir berkah ekonomi dari limbah hilang dari Sarimukti.

“Sejak didirikan tahun 2006 TPA Sarimukti mengangkat ekonomi masyarakat, puluhan warga menjadi tengkulak dan ratusan menjadi pegawai maupun pemulung,”ungkap dia, Kamis(8/3).

Menurutnya, setiap pemulung bisa mendapat Rp100 ribu perhari, ini lebih untung ketimbang harus menjadi buruh tani yang hanya dibayar Rp40ribu setengah hari. Peningkatan ekonomi masyarakat bisa dilihat dari banyaknya warga yang kini memiliki kendaraan roda dua.

“Kalau dulu yang punya motor bisa dihitung dengan jari, walaupun dengan kredit sekarang setiap rumah punya 2 sampai 3 motor,”ujarnya.Disamping itu, pendapatan pemerintah desa juga terus meningkat. Dari Kompensasi Dampak Negatif (KDN) Arus Balik dan Tonase bisa membangun inafrastruktur hingga tingkat RW. “KDN Arus Balik kita dapat Rp15ribu, dibagi tiga desa Sarimukti, Mandalasari dan Rajamandala itu capai Rp30juta sebulan.Kalau KDN Tonase Rp.7500 perton, kita dapat 60 persen, dua desa 20 persen,” papar dia.

Dari hasil itu, kata dia, setahun pendapatan dari KDN bisa mencapai lebih dari Rp2 miliar. Dana itu kemudian dipakai untuk membangun insfrastruktur sampai tingkat RW. “Tunjangan guru ngaji Rp500 ribu, kader posyandu 5 orang Rp.20ribu perbulan, DKM, Ketua RW Rp,1 juta perbulan, belum kas setahun sekali dibuka bisa Rp10 juta setahun. Pokoknya kita pakai Perawatan lingkungan,”tandasnya.

1 2Laman berikutnya
Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close