Technologi

MMKI Mempekerjakan Robot Canggih

PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Indonesia (MMKI) memamerkan pabrik pembuatan kendaraannya. Pabrik yang berada di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat ini, dibuat dengan dua poin utama, yakni High Quality dan Reliable Products serta Environmentally Friendly.

President Director MMKI, Takao Kato mengatakan, pabrik yang memproduksi Mitsubishi Xpander dan Pajero Sport ini dipersenjatai teknologi yang tinggi dan dan memakai peralatan modern. “Pabrik kita memakai 40 persen tenaga mesin dan 60 persen sisanya manual memakai tenaga manusia,” katanya, di pabrik MMKI, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (7/2).

Ia menjelaskan, proses pembuatan kendaraan Mitsubishi dibagi menjadi empat tahapan yang dilakukan. Tahapan itu yakni stamping, welding, painting, dan assembling.

JawaPos.com diberi kesempatan menyaksikan secara langsung proses pembuatan kendaraan brand Mitsubishi ini. Menurut penjelasan Staff Assembly Mitsubishi, Eka Priyono, tahap stamping, dilakukan pembentukan komponen body atau kerangka awal. “Lalu pada tahap welding, dilakukan penyatuan kerangka-kerangka awal dengan pengelasan,” imbuhnya.

Proses selanjutnya painting. Pada fase ini, body kendaraan yang telah disatukan dengan pengelasan ini, akan dicat. Berikutnya, memasuki tahap assembling, yaitu tahap finishing. Body kendaraan yang telah di cat dipasangi berbagai komponen-komponen. Misalnya mesin, part-part lainnya. Dalam proses ini kendaraan akan dilakukan uji coba ketahanan air dengan melihat apakah ada kebocoran, dan juga diperiksa kembali apakah ada body yang penyok, part yang tidak terpasang, dan lainnya.

Pabrik Mitsubishi menerapkan prinsip ramah lingkungan. Hal ini dibuktikan dengan melakukan upaya penghematan air tanah dengan melakukan daur ulang untuk air limbah, dan menggunakan air hujan dalam proses produksinya dengan proporsi daur ulang hingga 70 persen. “Agar ramah lingkungan juga, kami memakai lampu LED. Kami yakin hal ini dapat mengurangi emisi hingga 11 persen,” imbuhnya.

Takao juga menambahkan, penerapan teknologi robot, lebih banyak diaplikasikan di tahap welting dan sebagian lagi dibagian painting. Penggunaan robot di pabrik Cikarang sendiri sama dengan pabrik di Thailand, yakni hanya 40 persen. Namun, untuk pabrik Mitsubishi di Jepang, penggunaan robot dalam pembuatan mobil ini sebanyak 95 persen.

Lebih lanjut Takao mengungkapkan, untuk pekerja sendiri, Takao mengatakan bahwa proposisi jumlah antara pekerja pria dan wanita adalah 95 persen laki-laki, dan sisanya 5 persen perempuan. “Ke depannya, kita akan meningkatkan jumlah tenaga kerja perempuan menjadi 10 persen. Khusus di pabrik otomotif, berbeda dengan pabrik elektrik dan sebagainya karena komponen yang dibawa lebih berat,” terangnya.

Diketahuix pabrik MMKi sendiri seluas 51 hektare (ha). Dengan total investasi sebesar Rp 7,5 triliun, Mitsubishi Motors memiliki 51 persen saham, Mitsubishi Corporation dengan 40 persen, dan Krama Yudha Group sebesar 9 persen saham. Total karyawannya sendiri sebanyak 3000 tenaga kerja.

(sab/JPC)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close