Mimbar Jumat

Tingkatkan Ketakwaan

Assalamualaikum warahmatullohi wabarokatuh

Hadirin kaum muslim yang sama-sama dimuliakan oleh allah Swt, pertama-tama mari kita panjatkan puji syukur atas kenikmatan yang Allah SWT berikan, mudah-mudah kenikmatan yang Allah berikan kita gunakan untuk kebaikan. Tidak lupa juga shalawat serta salam kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, beserta keluarganya, para sahabatnya, tabi’in-tabi’in, tabi’at, hingga para ulama, dan para pengikutnya, semoga kita mendapatkan safa’at beliau.

Takwa itu mudah diucapkan tapi sulit dijalankan, secara definisi takwa ialah melaksanakan apa yang diperintahNya, dan menjauhi apa yang dilarangNya.

Barang siapa yang bertakwa kepada Allah SWT secara keseluruhan yang disampaikan oleh rosulnya, dilanjutkan oleh para sabatnya, para tabiin sampai kepada para ulama, maka Allah SWT akan janjikan kebahagiaan didunia dan akhirat kepada kita.

Maka dari itu perlunya kita mencintai para ulama, mendekati para ulama, karena para ulama merupakan pewaris para Nabi dan Rosul Allah SWT, dan karena kita dengan Rosululloh SAW tidak hidup se zaman. Maka menjadi kewajiban kita untuk menimba ilmu dari para ulama.

Oleh karena itu, apa yang disampaikan oleh para ulama tentang Al-Qur’an, tentang hadist dan pendapat-pendapatnya yang tidak bertentangan dengan Al-Qur’an wajib kita ikuti. Terutama tentang pesan-pesan salat berjamaah, hidup rukun, saling tolong. Kita sebagai umatnya wajib mengikuti apa yang dipesankan oleh para ulama itu.

Apalagi tentang salat berjamaah, yang kita kaji penuh dengan makna ketakwaan kepada Allah SWT, dan penuh dengan kebarokahan. Karena dengan berjamaah kita bisa saling bersilaturahmi.

Barang siapa yang takut kepada Allah SWT, takwa kepada Allah SWT, menjauhi segala larangan Allah SWT, dan ta’at kepada Allah SWT. Maka dijanjikan surga yang penuh kemulian oleh Allah SWT.

Jika kita takut kepada Allah SWT, maka dekati Allah SWT dengan penuh kepasrahan kepada Allah SWT, dengan salat berjamaah, berbuat baik, berlaku adil, sering datang kepada Allah SWT di sepertiga malam.

Takut karena Allah SWT berbeda dengan takut kepada binatang buas. Contohnya, kalau kita takut binatang buas maka kita harus menjauhi binatang itu agar tidak celaka. Tapi kepada Allah SWT kita harus semakin dekat kepadaNya. Maka dari itu, mari kita sama-sama dekatkan diri kepada Allah SWT sebagai bentuk ketakwaan kita kepada Allah SWT, dan rasa takut kita kepadaNya.

Semoga ini bermanfaat dan bisa meningkatkan keimanan, ketakwaan kita, khususnya pada diri saya pribadi.
Wassalam Mualaikum Warahmatullohi Wabarahkatuh. (Cr17/d)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close