FeaturedNASIONAL

Sebulan Terombang-ambing di Laut Lepas

Tak Ada Kabar, Keluarga Gelar Dua Kali Tahlilan

Satu persatu baju ABK jadi korban. Batu baterai dijadikan pemantik api sederhana, karena kehabisan korek. Baju dibakar, di tengah laut. Untuk bakar ikan yang mereka tangkap selama di perjalanan mengusir kebosanan. Ikan dan kelapa hanyut.

Hari demi hari mereka lalui di atas kapal ukuran 14 meter X 2,4 meter dengan berdoa dan menghibur dan saling menguatkan. Tepat hari Jumat pertama awal tahun, tepatnya 5 Januati 2018, Lasdi merasakan angin yang berbeda. Dia berfirasat bahwa angin akan membawa mereka ke satu pulau.

Benar saja, pagi itu dia melihat ada desiran ombak yang begitu kuat, menandakan karang panjang yang dilalui. Dari buritan kapal, ABK meneriakkan ada pulau.

Daratan mulai terlihat. Pulau Padaidori, salah satu gugusan kepulauan di Distrik Aimando Kepulauan Padaido, Kabupaten Biak Numfor menjadi persinggahan awal setelah hampir satu bulan mereka terkatung-katung di laut.
Kepala kampung setempat bersama warga yang melihat kapal itu menarik kapal Lasdi menggunakan kapal nelayan ke Pulau Mbromsi Padaido.

“Kami dibawa ke rumah mereka. Kami diselamatkan. Alhamdulillah, mereka berbahasa Indonesia. Hilang cemas kami. Saya terharu dan ucapkan beribu terima kasih atas bantuan warga Papua, khususnya di Biak dan di pulau Padaido,”imbuh Lasdi bersama anaknya Andika.

Setelah diselamatkan dan dievakuai ke rumah warga, Lasdi mencari chargeran, dan menyalakan handphone. Ternyata signal on. Orang pertama yang dia hubungi adalah keluarga di kampung.
“Keluarga sudah tahlilan tiga hari, tujuh hari, dan hampir tahlilan 40 hari,” jelas Lasdi. (nas/jpg/JPC)

Laman sebelumnya 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Close