PILKADA KOTA SUKABUMI

Peta Pilgub Tak Berpengaruh Ke Pilwalkot

SUKABUMI— Arah koalisi pemilihan Gubernur Jawa Barat nyatanya tidak berpengaruh kepada arah pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi. Dalam pendaftaran bakal pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi ke KPU Kota Sukabumi tak satupun ada arah koalisi partai di Pilwalkot yang sama persis dengan Pilgub.

Seperti halnya, pasangan Mulyono-Ima Slamet ( Mulia) pada saat mendaftarkan ke KPU diusung oleh Tiga Parpol diantaranya PPP, PAN dan NasDem sedangkan di Pilgub PAN itu berbarengan dengan PKS dan Gerindra.

Sedangkan pasangan Achmad Fahmi dan Andri Hamami dengan sebutan Faham diusung oleh dua partai yakni Demokrat dan PKS, tentunya ini juga tidak sejalan dengan Pilgub dimana Demokrat itu bersatu dengan Golkar. Sementara Pasangan Dedi R Wijaya dan Hikmat Nuristawan ( Dermawan) yang di usung oleh Gerindra dan Hanura, lagi – lagi tidak sejalan dengan Pilgub, dimana Hanura itu bersatu dengan PPP, PKB dan NasDem.

Begitupun dengan pasangan Jona Arizona dan Hanafie Zain, yang diusung dua partai Golkar dan PDIP, untuk di Pilgub sendiri Golkar dengan Demokrat.

Dengan perbedaan arah koalisi ini tentunya akan berdampak dalam mensosialisasikan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar kepada masyarakat di setiap wilayah yang arah koalisi memang tidak sejalan.

” Jujur saja ada kendala, makanya kita akan fokus saja ke Pilwalkot tapi dalam artian bukan tidak ikut menyukseskan usungan di Pilgub Jabar,” ujar Sekretaris DPC Demokrat Kota Sukabumi, Henry Slamet,” saat ditemuai di Gedung DPRD Kota Sukabumi, (12/1).

Meskipun arah koalisi tidak linier dengan di Pilwalkot tapi pihaknya mempunyai kewajiban juga untuk memenangkan calon Gubernur Dedi Mizwar di Pilgub. Faktanya memang sudah seperti ini, di Pilgub Demokrat dengan Golkar sementara kan di daerah juga tidak bisa melakukan intervensi ke pada partai lain untuk menyamakan dengan arah koalisi Pilgub.

” Iya mungkin kita nanti akan bagi bagi waktu dan tim saja, karena gimana faktanya sudah seperti itu,” jelasnya.

Tapi kata Henry jadwal kampanye Pilgub dan Pilwalkot itu kayanya pasti berbeda. Jadi masih bisa untuk disiasati dalam melakukan kampanye ke masyarakat.

” Kampanye jabar frekuensinya lebih diki dari walikota, Artinya kalau pun mereka turun ke Sukabumi, baru kita gabung dengan Golkar. Dan ketika di Pilwalkot ya kita beda haluan lagi,” pungkasnya. (bal)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close