Pemerintah Kota

DPRD Minta Pemerintah Bijak Tertibkan PKL

Diakui Yunus, dirinya kerap mendapat keluhan dari para PKL karena ketidak layakan tempat berjualan. Hal itu yang membuat mereka terpaksa berjualan di trotoar maupun pinggir jalan.

“Tidak hanya itu, mereka juga mengeluh penghasilannya yang saat ini minim, mereka sampai ada yang hanya menghasilkan Rp25 ribu sehari, ini menyedihkan,”paparnya.

Menurutnya, pemerintah terkait harus dapat mengambil langkah terbaik agar para PKL dapat ditampung dalam wadah yang lebih baik. Dengan begitu, maka tidak akan lagi yang merasa dirugikan, serta dapat menciptakan kondusivitas di Kota Sukabumi.

“Pemerintah harus mengoptimalkan, memberi penyuluhan dan memahami kondisi saat ini, jika pembangunan Pasar Pelita sudah selesai sudah tidak ada lasan lagi PKL harus dapat ditampung dalam wadah yang seharusnya,” tegasnya.

Pihaknya, akan terus mendorong pemerintah agar bisa secepatnya menyiapkan wadah untuk merelokasi PKL. Ketika sudah ada tempatnya, maka para PKL tidak akan merasa dirugikan dengan dengan adanya relokasi.

“Bahkan, sebetulnya mereka sendiri tidak mau berjualan seperti saat ini, Saya sering bertanya kepada mereka ya jawabannya mereka terpaksa melakukannya,”katanya.

Sebelumnya, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sukabumi, meminta pemerintah menyikapi persoalan PKL masih banyak menggunakan jalan trotoar untuk berjualan.

“Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Sukabumi bersama dinas terkait perlu melakukan komunikasi antar lembaga, agar persoalan PKL ini segera diselesaikan di tengah berakhirnya massa jabatan kekuasaan walikota,” pungkasnya. (Cr16/d)

Laman sebelumnya 1 2
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Close