KABUPATEN SUKABUMI

Soal Beras, Pemkab Masih Kewalahan

GUNUNGGURUH – Pemerintah Kabupaten Sukabumi nampaknya masih kewalahan menghadapi spekulan padi. Faktanya, saat kelangkaan beras yang berdampak pada harga, pemerintah tidak memiliki persediaan yang bisa mencukupi kebutuhan masyarakat.

Aep (50), petani asal Kecamatan Gunungguruh mengaku lebih memilih menjual gabah kepada tengkulak karena harga beli yang lebih tinggi dibanding pada Badan Logistik (Bulog) dan cara penjualan praktis.

“Kalo gabah setiap panen, saya langsung jual saja ke tengkulak, mereka mau langsung ngambil di sawah gabahnya. Dari harga juga berbeda dengan harga yang tawarkan pemerintah,” akunya kepada Radar Sukabumi, kemarin.

Selain itu, ada juga kelebihan dari para spekulan, yakni mau memberikan modal tanam kepada para petani. Sehingga, saat panen tiba gabah padi otomatis dibeli oleh para spekulan. “Ada juga tengkulak yang ngasih modal buat petani menanam, kalo kami bagaimana harga yang ditawarkan saja,” ujarnya.

Disinggung soal harga beras dalam waktu ini terus melonjak, Abah Aep sapaan akrabnya menilai hal itu wajar. Karena saat ini musim panen belum tiba, juga gabah dengan kualitas premium kebanyakan diangkut ke daerah lain.

1 2Laman berikutnya
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Close