BOGORJAWA BARAT

Minimalisir Risiko Bencana, PMI Bangun 10 Ruang Terbuka Hijau

BOGOR – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bogor melalui dukungan Palang Merah Amerika (American Red Cross) dan Pemerintah Kabupaten Bogor Meresmikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) program mitigasi program pengurangan risiko bencana dan adaptasi perubahan iklim yang bertempat di Perum Bukit Waringin,  Desa Kedung waringin Kecamatan Bojonggede, Kamis (11/1).

Berdasarkan rilis yang diterima Radar Sukabumi.com, dalam kegiatan itu Asisten Administrasi Pemda Kabupaten Bogor  Ati Guniawarti mengatakan, bahwa pemerintah daerahnya bersama PMI Kabupaten Bogor tidak henti hentinya melaksanakan tugas dan fungsi di bidang kemanusian, antara lain memperkuat kapasitas masyarakat yang aman dan mampu mengurangi risiko dan ancaman terjadinya bencana di wilayahnya masing- masing terlebih wilayah Kabupaten Bogor Merupakan zona merah bencana.

”Upaya pengurangan risiko bencana harus secara terus menerus dilakukan dari mulai yang terkecil dan sejak saat ini, yaitu menjaga dan membersihan serta memperhatikan lingkungan tempat tinggal dan bekerja dari ancaman serta risiko yang dapat menjadikan bencana, baik yang disebabkan alam maupun ulah manusia,”ujarnya. Dirinya berpesan dan menitipkan kepada warga untuk dapat memanpaatkannya dan menjaga fasilitas yang ada.

Sementara itu, Pengurus PMI Pusat Ketua Bidang Penanggulang Bencana, Letjen TNI (Purn) Sumarsono mengatakan, keberdaan PMI saat ini sudah berperan aktif sebagai lembaga pendukung pemerintah (Auxiliary to the Government) untuk menyediakan berbagai pelayanan kemanusiaan seperti bantuan korban bencana, terlebih syukur Alhamdullah dengan sudah lahirnya Undang undang Kepalangmerahan yang sudah ditanda tangani oleh Presiden RI  No. 1 tahun 2018 tentang Undang undang Kepalangmerahan. Tentunya hal ini akan membantu dan meningkatkan pelayanan Kemanusiaan PMI kedepannya.

Dalam kontek Program Mitigasi pengurangan Resiko bencana, tambah sumarso, keberadaan PMI sudah ada di tingkat Kelurahan dan Desa membantu pemerintah dalam mewujudkan ketangguhan masyarakat siaga bencana dengan adanya program mitigasi pengurangan resiko bencana dan adaptasi perubahan iklim ini.

Menurutnya, sampai saat ini PMI pusat serta American Red Cross dan Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Universitas Indonesia Telah berperan aktip melaksanakan program pengurangan risiko bencana dan adaptasi perubahan iklim  sebagai percontohan bagi masyarakat di wilayah perkotaan untuk dapat mengelola lingkungan secara sederhana dengan diiringi kesadaran akan bahaya ancaman penyakit dan bencana banjir serta perubahan iklim, salahtunya dengan adanya Ruang Terbuka Hijau (RTH) dengan melibatkan unsur Universitas Indonesia.

“Hari ini kita akan meresmikan 5 Ruang Terbuka Hijau, setelah sebelumya pada tahun 2016 kita sudah membangun 5 Ruang Terbuka Hijau di kabupaten Bogor dan Pademangan barat Jakarta Utara,” Ujar Sumarsono.

Harapanya, Dengan adanya Ruang terbuka hijau ini kita bisa mempergunakannya dalam berbagai aspek dan Fungsi estetis ramah anak, dan berdimensi pengenalan lingkungan, serta dijadikan tempat berkumpul evakuasi saat darurat.

“Saya berharap RTH ini bisa menciptakan lingkungan aman dengan pengelolaan sampah menjadi sumberdaya ekonomi produktif, penciptaan lingkungan yang asri dengan vertical garden di setiap rumah dan perkantoran serta pembuatan lubang biopori di lingkungan tempat tingggal,” Tutup Sumarsono. (*)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close