BISNIS

Ember Bekas Disulap Jadi Pot Cantik

LEMBURSITU – Tidak sepenuhnya barang yang telah usang akibat dimakan usia atau rusak tidak lagi berfungsi dan berharga. Buktinya, para anggota Karangtaruna Mekarsari di Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, mampu menjadikan ember bekas menjadi pot bunga yang bernilai ekonomis.

Berdasarkan pengamatan Radar Sukabumi, pot bunga hasil karya para pemuda Karangtaruna Mekarsari itu memiliki ciri khas karena menggunakan kain bermotif batik dengan corak warna beraneka ragam sebagai lapisan pada permukaan pot. Dari bentuknya siapapun tidak akan menyangka jika tempat untuk tanaman hias tersebut terbuat dari ember yang telah usang.

Pasalnya, seluruh pot bunga tersebut bentuknya nyaris menyerupai sebuah guci dengan ornamen bergaya luar negeri. Karena keindahan itulah, hasil buatan pemuda karangtaruna ini dijual dengan harga yang disesuaikan dengan ukurannya mulai dari Rp15.000 hingga Rp50.000.

Menurut Ketua Karangtaruna Mekarsari Dede Irpan usaha pembuatan pot bunga yang dijalani lembaganya ini dilatari oleh situasi lingkungan sekitar pemukiman warga yang banyak ditemukan ember-ember bekas diantara tumpukan sampah. Melihat hal tersebut, munculah ide kreatif untuk merubah barang tak terpakai menjadi barang bernilai jual.

“Untuk mengawalinya kami harus banyak mengumpulkan ide kreatif. Hal itu sangat penting sebab kami menyadari jika bahan baku yang akan digunakan untuk usaha ini berupa barang bekas. Setelah melalui proses tersebut, akhirnya kami sepakat untuk memanfaatkan ember bekas menjadi pot bunga yang layak untuk dijual,” ungkap Dede kepada Radar Sukabumi, Senin (25/12).

Hebatnya lagi, dalam proses pembuatan ember bekas menjadi pot bunga cantik, para pemuda Karangtaruna Mekarsari hanya menggunakan peralatan sederhana yang mudah dijumpai di setiap rumah-rumah. Seperti diantaranya gunting, lem, cuter dan kain batik yang juga sudah usang.

Proses pembuatannya pun tidak banyak memakan waktu lama. Hanya dalam tempo satu jam sebuah ember bekas bisa disulap menjadi pot cantik siap jual. Dede Irpan mengatakan sejauh ini produk hasil kreasi lembaganya baru dipasarkan di sekitar masyarakat terdekat saja.

Proses penjualannya pun dilakukan dengan cara dijajakan hingga menerima pesanan dari calon pembeli untuk ukuran dan motif yang dikehendaki.

“Pemasarannya masih sangat terbatas sekali yakni hanya di masyarakat terdekat saja,” katanya. Jika melihat dari respon masyarakat terhadap hasil buatan karangtaruna ini, bisnis penjualan pot bunga dari ember bekas tersebut memiliki potensi yang sangat menjanjikan.

Hanya saja saat ini tingkat produktifitas pembuatan pot bunga cantik harus berjalan perlahan karena terkendala permodalan, terutama untuk pembelian beberapa saran pendukung produksi serta biaya pengembangan pemasaran.

Akibat keterbatasan modal inilah, proses pembuatan pot bunga kerap terhenti. “Diharapkan pemerintah daerah bisa membantu dalam hal penguatan modal untuk usaha yang kami jalankan. Setidaknya langkah yang tengah kami gagas ini bisa mengurangi angka pengangguran,” ungkapnya. (cr17/d)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close