FeaturedKABUPATEN SUKABUMI

Melihat Kondisi Rumah Ketua DKM di Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak

Kamar Rumah Rusak, Tidur di Ruangan Bekas Dapur

Kemiskinan di Kabupaten Sukabumi nampaknya sulit dientaskan. Buktinya, potret kemiskinan disetiap wilayah atau pelosok Sukabumi masih mudah ditemukan. Bahkan, seorong Ketua Dewan Kemakmuran Masjid di Kampung Hegarmanah, RT 02/04, Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak hidup disebuah gubuk yang tidak laik digunakan. Seperti apa kondisinya?

Lupi Pajar Hermawan, Nagrak

Endang (56), warga Kampung Hegarmanah, RT 02/04, Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak hanya bisa pasrah menerima nasibnya kini. Sebab, rumah satu-satunya yang menjadi tempat berlindung dari air hujan dan sengatan sinar matahari bersama anak bungsunya, Titah Rosyita (13) kondisinya memprihatinkan, lapuk dimakan usia dan tidak laik digunakan.

Untuk tidur saja, Endang yang merupakan Ketua Dewan Kemakmuran Mesjid (DKM) di lingkungannya itu terpaksa menempati ruangan bekas dapur, karena ruangan lainnya sudah ambruk saat hujan dan anggin mengguyur.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Endang bekerja sebagai buruh serabutan tani. “Setiap harinya saya kerja serabutan untuk makan, kondisi ini mulai dirasakan setelah istri meninggal dunia,” akunya.

Endang mengaku terfikir bagaimana caranya bisa membangun rumah yang laik huni. Hanya saja, karena penghasilan yang minim sehingga hanya cukup buat maka-maka ia dan si buah hati.

“Tidur kami berpindah-pindah, karena ruangan pada rusak. Saat ini saya khawatir bila saat tidur plafon yang lapuk roboh,” cerita dia.

Tidak hanya itu, listrik sebagai penerangan rumahnya juga sering diputus oleh petugas PLN, itu karena ia telat membayar.

“Anak saya tidur di bangku sedangkan saya di kursi. Lampu sering mati karena tidak terbayar,” keluhnya.

Sementara Kepala Dusun Hegarmanah, Wahyudin (45) mengatakan, Babinsa dan staf desa pernah berkunjung ke lokasi dan melihat langsung kondisi rumahnya. Sebelumnya pernah diajukan program Rutilahu untuk pengajuan tahun 2018 dalam Musrenbang desa.

“Saat ini kami bersama babinsa dan staf desa sedang memikirkan langkah-langkah bagaimana solusi terbaik agar rumah Endang bisa ditempati dengan aman tanpa rasa khawatir takut roboh,” pungkasnya. (*/d).

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close