KABUPATEN SUKABUMISUKABUMI

Marwan : Kata Siapa Saya Kabur Saat Ada Demo Buruh

SUKABUMI-Bupati Sukabumi Marwan Hamami tidak terima kalau dirinya dianggap kabur dari Gedung Pendopo Sukabumi, saat ribuan buruh dari Sarikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Sukabumi melakukan aksi demo ke Gedung Negara Pendopo Sukabumi, Kamis (21/12).

Aksi buruh dari SPSI itu sendiri menuntut Pemkab Sukabumi untuk secepatnya memfasilitasi upaya perundingan upah sektoral sepatu serta garmen dalam skala besar.

“Kata siapa saya kabur saat¬† ada demo buruh. Dari jam 7.30 pagi, saya sudah ada Pendopo untuk menunggu perwakilan para buruh. Sesuai jadwal, mereka akan melakukan unjuk rasa jam 8 pagi. Tapi sampai jam 9, mereka belum juga datang.¬† Saya menunggu hampir satu jam. Padahal saya sudah ditunggu di gelanggang Cisaat jam 8.30 menghadiri hari desabilitas internasional tingkat Kabupaten Sukabumi. Datang ke acara hari disabilitas itu sebenarnya saya telat karena menunggu para buruh yang akan demo,”kata Marwan saat dikonfirmasi radarsukabumi.com, Kamis (21/12).

Ketika dirinya berangkat ke acara peringatan Hari Disabilitas International (HDI) tingkat Kabupaten Sukabumitegas Marwan, ia sudah meminta kepada Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi, Ade Mulyadi untuk menghadapi serta menampung dulu semua aspirasi yang disampikan pengunjuk rasa.

Meski dirinya sudah pergi meninggalkan Pendopo. Saat demo berlangsungpun jelas Marwan, ia tetap memantau dan terus menerima laporan sesuai aspirasi yang disampaikan para buruh.”Saya juga sudah minta izin kepada Pak Kapolres Sukabumi Kota (AKBP Susatyo Purnomo Condro) kalau saya mau berangkat menghadiri acara lain. Bahkan saya juga sempat titip keamanan tetap terjaga ke Kapolres,”ujar Marwan.

Menurutnya, jangankan penyampaian aspirasi atau tuntutan yang disampaikan melalui unjuk rasa seperti yang dilakukan SPSI. Aspirasi, kritikan dan tuntutan melalui media sosial facebook, media massa sampai aspirasi yang masuk langsung melalui nomor telpon seluler pribadi, baik SMS dan WA pun sebenarnya ia perhatikan.

“Kalau boleh jujur, semua keluhan, aspirasi, masukan sampai cemoohan pun di medsos di media massa saya perhatikan. Semua persoalan saya bahas dengan dinas terkait. Tapi kan tidak semua harus dijawab langsung di medsos. Ada yang sifatnya perlu dijawab langsung, ada yang saya tunda. Yang jelas semua aspirasi apapun saya perhatikan. Persoalannya kan ada yang puas ada yang tidak puas,”ungkapnya.(abihusna/radarsukabumi)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Close