BANDUNGBEKASIBOGORCIANJURDEPOKDUNIAJAWA BARATKABUPATEN SUKABUMINASIONALPemkab SukabumiPemprov JabarSUKABUMI

Gempa Tasik Tewaskan Dua Orang Warga, berikut datanya

BNPB: Masyarakat Tetap Tenang dan Waspada

SUKABUMI— Penanganan dan pendataan terhadap korban Gempabumi 6,9 SR yang mengguncang wilayah bagian selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta masih terus dilakukan oleh BNPB. Data yang diterima oleh radarsukabumi.com yang dihimpun Pusdalops BNPB berdasarkan laporan BPBD, data sementara dampak gempabumi terdapat dua orang meninggal dunia, tujuh orang luka, 43 rumah rusak berat dan roboh, 65 rumah rusak sedang, 10 rumah rusak ringan, dan beberapa bangunan publik mengalami kerusakan.

Dua orang warga yang meninggal dunia diketahui atas nama Hj. Dede Lutfi (62) warga Desa Gunungsahari RT (04/02) Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis dan Aminah (80) waga Sugihwaras Gg. 1 RT (02/18) Kelurahan Kauman Kota Pekalongan Jawa Tengah. Dua korban meninggal dunia akibat tertimbun tembok yang roboh akibat gempa. Sementara Korban luka semua dirujuk ke rumah sakit setempat.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, bahwa beberapa rumah sakit mengalami kerusakan sehingga pasien dievakuasi ke luar rumah sakit. Seperti Bangunan RSUD Banyumas mengalami kerusakan plafon ambrol, tembok yang retak, kebocoran instalasi pipa gas oksigen dan lainnya. Sebanyak 70 pasien dari ruang rawat inap ditampung di dalam tenda BPBD Banyumas dan sebagian dilayani di PKU Gombong.

Saat ini BPBD bersama dengan TNI, Polri, Basarnas, SKPD setempat, PMI, Tagana, relawan, NGO dan masyarakat membantu penanganan darurat. Tak hanya itu, Kepala BNPB terus berkoordinasi dengan Kepala BPBD dalam penanganan darurat gempabumi. Tim Reaksi Cepat BNPB telah dikirimkan untuk mendampingi BPBD dalam penanganan darurat. Pendataan terus dilakukan.

Sementara itu, sebagian besar masyarakat yang evakuasi saat adanya peringatan dini tsunami sudah kembali ke rumahnya. Tidak ada tsunami yang terjadi di sepanjang pesisir selatan Jawa. Gempa susulan telah terjadi sebanyak 7 kali dengan magnitude yang kecil. Tidak ada dampak merusak dari gempa susulan. Aktivitas masyarakat secara umum telah kembali normal.

Sutopo menghimbau masyarakat tetap tenang. Hingga saat ini, ilmu pengetahuan dan teknologi belum dapat memprediksi gempa secara pasti. Oleh karena itu selalu tingkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Gempabumi dapat terjadi setiap saat di daerah-daerah yang rawan gempa. Saat terjadi gempa segera keluar dari rumah dan bangunan, dan berlindung di tempat yang aman.

Sebelumnya, daerah yang terdampak gempa yang merusak terdapat di Kabupaten Pangandaran, Tasikmalaya, Ciamis, Kota Banjar, Garut, Cilacap, Kebumen, Kota Pekalongan, Banyumas, Brebes dan Banjarnegara. Mengingat pusat gempa berada di 6 km arah tenggara Kota Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya, maka daerah yang terdampak guncangan keras dan merusak adalah di Kabupaten Tasikmalaya, Pangandaran dan Ciamis di Provinsi Jawa Barat. (die)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close