PILGUB JABARPOLITIK

Suara PPP Untuk Emil Terancam Kandas

BANDUNG– Ridwan Kamil terancam ditinggalkan partai pendukung di Pilgub Jabar 2018.

Penyebabnya, konvensi untuk pemilihan pendamping sang Walikota Bandung ini yang berpotensi menimbulkan pertikaian.

Seperti diketahui, Ridwan Kamil sudah mendapatkan dukungan dari Nasdem, PPP, PKB dan Golkar.

Namun, hingga saat ini, ia masih kelimpungan menentukan wakil gubernur meski sudah disodorkan nama.

PPP menawarkan Uu Ruzhanul Ulum, PKB memunculkan Syaiful Huda. Partai Golkar yang terakhir ikut bergabung dalam koalisi menunjuk kadernya, Daniel Muttaqien.

Belakangan, Uu dan Daniel menjadi nama yang bersaing ketat memperebutkan kursi calon wakil gubernur.

Namun, Ridwan Kamil yang tidak menunjukan sikap tegas memilih salah satu diantara keduanya memunculkan ide konvensi.PKB

Ide itu mendapat tentangan dari PPP. Partai berlambang kabah bahkan mengancam menarik dukungannya.

Ketua DPW PPP Jabar, Ade Munawaroh Yasin menilai wacana konvensi tidak relevan, bahkan bisa merusak jalinan koalisi yang sudah terbentuk antar partai koalisi.

“Konvensi hanya akan menimbulkan persaingan antar koalisi. Emil sebaiknya mengedepankan komunikasi,” ucapnya saat ditemui usai menggelar pertemuan dengan Ketua DPW PKB Provinsi Jawa Barat syaiful Huda, dan Ketua DPW PPP Provinsi Jawa Barat Ade Munawaroh, di Hotel Papandayan, Bandung, Rabu (6/12).

PPP, ia sebut hanya akan mengusung Ridwan Kamil dengan catatan, Uu dipilih sebagai wakil.

Hal itu merupakan bagian komitmen dan perjuangan partainya untuk memunculkan kader.

Ade pun mempertanyakan arah koalisi yang diinginkan Ridwan Kamil yang justru membenturkannya dengan konvensi.

Sampai saat ini, pertanyaan itu masih belum terjawab karena hambatan jalinan komunikasi.

“Saya sulit berkomunikasi dengan Emil. Mungkin karena kesibukannya sebagai walikota. Tapi, jika komunikasi sulit terlaksana, rasanya PPP akan berpikir ulang dalam pengusungan Ridwan Kamil,” tegasnya.

“Latar belakang apa yang dia (Ridwan Kamil) inginkan (dalam konvensi)?. Apakah kedekatan atau metodologi survei. Kalau survei, Uu calon wakil Gubernur wakil tertinggi,” tegasnya. (bbb)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close