PILGUB JABARPOLITIK

Demokrat: Peserta Konvensi Harus dari Internal

BANDUNG— Partai Nasional Demokrat dan PKB menyerahkan kepada Ridwan Kamil (Emil) terkait mekanisme pemilihan calon wakil gubernur.

Kedua partai itu mengaku akan mendukung penuh jika tetap menggunakan mekanisme konvensi.

Namun, Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Jawa Barat Saan Mustopa mengatakan, dirinya bersama Ketua PKB Jabar Syaiful Huda dan Ketua PPP Jabar Ade Munawaroh akan menemui Emil untuk memastikan hal tersebut.

“Kami ingin bertemu Kang Emil dulu, untuk memastikan proses (pemilihan calon wakil gubernur) ini nantinya seperti apa,” kata Saan usai menggelar pertemuan dengan Ketua DPW PKB Provinsi Jawa Barat Syaiful Huda, dan Ketua DPW PPP Provinsi Jawa Barat Ade Munawarih, di Hotel Papandayan, Bandung, Rabu (6/12).

Saan tidak mempersoalkan jika mekanisme tersebut digunakan sebagai salah satu proses memilih calon wakil gubernur.

Cara bermusyawarah ini dinilai positif agar lebih meyakinkan Emil dalam menentukan kandidatnya.

“Karena kan mendengarkan masukan dari tokoh-tokoh Jawa Barat, dari masyarakat juga,” katanya.

Namun, jika resmi digunakan, Saan meminta peserta konvensi dibatasi yakni hanya dari partai pengusung, dalam hal ini yang meraih rekomendasi dari masing-masing pimpinan pusat.

Saan menilai, dibatasinya peserta ini untuk mempermudah proses konvensi tersebut.

“Kalau (pesertanya) ditambah lagi dari luar (partai pengusung), nanti susah lagi, ramai lagi,” tegasnya.

Terlebih, Saan menilai, seluruh calon wakil gubernur yang diusulkan partai pengusung memiliki kualitas yang mumpuni untuk menjadi pendamping Emil.

Mereka merupakan kader terbaik partai yang juga bisa memenuhi harapan masyarakat.

“Enggak usah kita ragukan lagi kemampuannya. Mereka kader terbaik, makanya partai mengusulkan,” katanya.

Lebih lanjut Saan katakan, panelis di konvensi harus memiliki integritas yang baik agar penilaiannya obyektif.

Bahkan, Saan meminta agar penguji tidak memiliki afiliasi dengan salah satu partai.

“Yang benar-benar independen. Yang tidak terkait dengan partai apapun, supaya benar-benar clear. Jangan sampai ada yang meragukan independensinya,” katanya.

Oleh karena itu, Saan pun memastikan, komposisi panelis masih dimungkinkan untuk berubah, tidak seperti yang Emil ungkapkan nama-namanya.

“Makanya kami mau bertemu Kang Emil juga, salah satunya untuk membicarakan itu (komposisi panelis),” katanya.

Di tempat yang sama, Huda menyebut, adanya rencana konvensi ini muncul dari Emil.

Sebagai partai pengusung, pihaknya memberi keleluasaan kepada Emil terkait proses pemilihan calon wakil gubernur.

“Termasuk ketika dengan musyawarah (konvensi) ini, kita serahkan keputusannya ke Kang Emil,” katanya.

Berbeda dengan Huda dan Saan, Ketua DPW PPP Provinsi Jawa Barat Ade Munawaroh berharap Emil bisa segera memilih calon wakil gubernur tanpa melalui proses konvensi.

Menurutnya, hanya Emil sendiri yang mengetahui sosok yang dibutuhkan untuk mengisi posisi wakil hanya.

“Saya berpikir, kenapa harus konvensi. Yang menentukan kan orangnya sendiri. Ibarat cari jodoh,” katanya.

Disinggung pernyataan Ketua Umum PPP yang mengancam akan menarik dukungan jika Emil tak memilih kadernya sebagai calon wakil gubernur, Ade menyetujuinya.

“Yang jelas PPP sudah memasangkan kader (Uu Ruzhanul Ulum) dengan Pak Wali Kota (Emil),” tandasnya. (nif/rmol)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close