PILKADA KOTA SUKABUMIPOLITIK

Koalisi Gerinda-Hanura Disarankan Melebur

SUKABUMI— Koalisi Partai Gerindra dan Partai Hanura Kota Sukabumi disarankan untuk melebur, hal itu disampaikan oleh pengamat kebijakan publik Asep Deni yang menilai jika pasangan calon Hanura-Gerindra kurang mendapatkan respon dan sambutan baik di masyarakat harusnya jangan dipaksakan tetapi ikut bergabung dengan partai lain yang bisa dan lebih diunggulkan untuk menang. Menurutnya saran itu sangat berdasar ketika, keberadaan koalisi kedua partai besar itu dipaksakan tapi hasilnya tidak bagus maka jalan satu-satunya harus melebur.
“Pertanyaannya apakah chemistry kedua calon yang bersangkutan itu sudah berjalan atau tidak antara Dedi dan Bayu. Dan apakah memiliki daya tarik dan daya tawar tidak kepada masyarakat?. Ya Kalau memiliki, silahkan tapi kalau tidak itu berarti dipaksakan,”ungkap Asep kepada koran ini, kemarin (6/12)
Soalnya, lanjut Asep, maju di Pilwalkot tersebut, harus realistis dengan peluang yang dimiliki oleh masing-masing koalisi yang ada. Pasalnya, persoalan Pilwakot itu berjuang yang harus dilaksanakan bersama-sama dengan pasangannya dan harus saling melengkapi satu dengan yang lainnya. “Harus realistis juga diantara keduanya. Kalau tidak, lebih baik Gerindra dan Hanura bersama-sama untuk membangun koalisi dengan partai lain. Kalau sudah ok, silahkan saja,” katanya.
Apalagi, koalisi kedua partai itu, sudah dapat mengsung satu paket pasangan calon (paslon) di Pilwalkot nanti. Kebetulan, yang akan dipaketkan di kedua partai itu sama-sama pimpinan di internalnya masing-masing. “Memang ia, dari sisi pemungusungan silahkan saja dan sudah memenuhi persaratan. Sudah bisa satu paket paslon, Gerindra empat kursi dan Hanura empat kursi juga, jadi delapan kursi, itu sudah lebih 20 persen ya,” ujarnya.
Asep mengaku, melihat perhelatan koalisi di pesta demokrasi lima tahunan itu, kata Asep, dirinya menilai idealnya tercipta tiga pasangan Bakal Calon (Balon) Walikota Sukabumi yang bakal bertempur nanti. Lantaran menurutnya, semua itu agar lebih membawa kekuatan parpol koalisi lebih besar lagi. “Idealnya tiga. Tapi dilapangan memungkinkan jadi empat pasangan, itu tidak apa-apa. Masyarakat semakin banyak pilihan ya,” tegasnya. (sep/d)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close