KOTA SUKABUMIPemerintah Kota Sukabumi

Di Penghujung Masa Kerjanya, Muraz Diguyur Penghargaan

Satu tahun menjelang berakhir masa kerjanya, Walikota Sukabumi Mohamad Muraz dan Wakilnya Achmad Fahmi menuai banyak penghargaan dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi.

Terbaru adalah penghargaan Swasti Saba Wistara dari Kementerian Dalam Negeri. Ini merupakan anugerah kali ketiga yang diterima Pemda Kota Sukabumi sebagai Kota Sehat.

Laporan Tony Kamajaya, SUKABUMI

Pasangan Muraz-Fahmi boleh berbangga hati. Di sisa waktunya sebagai kepala daerah, keduanya mampu membuktikan kwalitas kinerjanya yang telah dibangun sejak empat tahun terakhir. Berbagai penghargaan diraih secara berturut-turut selama satu tahun terakhir ini.

Sebelum mendapatkan penghargaan Kota Sehat, Pemda Kota Sukabumi telah banyak mendapatkan penghargaan seperti Adipura dan penghargaan Top 40 Inovasi Pelayanan Publik 2017. Belum lagi dalam hal Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD).

Membahas soal penghargaan Swasti Saba Wistara, Kota Sukabumi mendapat predikat kategori tertinggi yang diberikan pemerintah pusat untuk kabupaten dan kota yang memenuhi kriteria sembilan tatanan sesuai potensi pada daerahnya.

Bukan hal yang mudah mendapatkan predikat tersebut. Proses penetapannya harus melalui verifikasi sebanyak dua tahapan.

Dalam ajang ini Kementerian Kesehatan menetapkan sembilan indikator yang diperlombakan yakni kawasan pemukiman sarana dan prasarana umum sehat, kawasan sarana lalu lintas tertib dan pelayanan transportasi, kawasan pariwisata sehat, kawasan industri dan perkantoran sehat, kawasan pertambangan sehat, kawasan hutan sehat, ketahanan pangan dan gizi, kehidupan masyarakat sehat yang mandiri, dan kehidupan sosial yang sehat.

Walikota Sukabumi M. Muraz menyebutkan penghargaan kali ini merupakan kali ketiga yang diterima oleh Kota Sukabumi.

Dua penghargaan sebelumnya diraih pada tahun 2013 dan tahun 2015.

“Untuk dapat meraih predikat Kota Sehat tahun ini kami mengajukan tujuh tatanan, sebelumnya hanya enam tatanan. Idealnya tatanan yang harus tercapai adalah delapan,” ungkap Muraz.

Adapun keenam tatanan atau indikator yang dipenuhi tahun 2013 dan 2015 terdiri dari tercapainya wajib belajar 9 tahun,angkat melek huruf yang naik, pendapatan perkapita domestik yang meningkat, angka kematian bayi per-1.000 kelahiran hidup menurun, angka kematian balita per-1000 kelahiran hidup yang menurun, dan angka kematian ibu melahirkan per-100.000 kelahiran turun.

Tatanan tersebut untuk tahun ini ditambah dengan tatanan RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah).

Sedangkan tatanan Kedelapan adalah adanya program dana sehat dan jaminan sosial nasional bagi masyarakat miskin.

“Dengan sudah adanya RTRW pada penilaian Kota Sehat Tahun 2017 ini, Kota Sukabumi mengajukan 7 tatanan serta diharapkan dapat mempertahankan predikat Kota Sehat Level III,” paparnya. (*)

Tags
loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close