KABUPATEN SUKABUMIPemkab SukabumiSUKABUMI

Ketua IBR Ajak Pihak yang Nuntut Marwan Mundur untuk Berdialog

Reporter : Abi Husna

SUKABUMI-Ketua Indonesia Bergerak (IBR) Sukabumi, Redi Santosa mengajak pihak yang selama ini menuntut mundur Bupati Sukabumi, Marwan Hamami untuk berdialog di forum resmi.

Ajakan dialog ini untuk adu data adu argumentasi terkait capaian prestasi dan sorotan penilaian gagal yang dilontarkan sejumlah pihak kepada pemerintahan Marwan-Adjo.

Kalau sudah ada dialog kata Redi, pasti akan lebih terang benderang dan rasionalisasi masalah antara penilaian gagalĀ  dengan capaian prestasi yang sudah dilakukan Marwan Hamami dan Adjo Sardjono selaku pimpinan daerah di Kabupaten Sukabumi itu juga akan lebih jelas.

“Kalau mau kita agendakan berdialog. Kalau persoalan nuntut mundur saja itu persoalan gampang. Kalau kata mereka gagal, justru bagi saya pribadi dan kawan-kawan, pemerintahan Pak Marwan dan Pak Adjo sudah berhasil meski belum tuntas masa kepemimpinannya,”ujar Redi kepada radarsukabumi.com, Minggu (3/12).

Menurut Redi, statmen siap mundur jika dalam kurun waktu dua tahun tidak ada perubahan yang dilontarkan Marwan Hamami, justru itu bukan sekadar janji, melainkan sebuah komitmen dari seorang Marwan Hamami yang betul-betul ingin mengabdikan dan memajukan Kabupaten Sukabumi ke arah yang lebih baik.

“Pak Marwan itu orangnya kalau ngomong apa adanya. Saya tahu persis kenapa Pak Marwan ngomong siap mundur kalau dua tahun tidak ada perubahan. Penilaian saya itu artinya Pak Marwan orang yang berani bertaruh dengan jabatan. Jarang ada pemimpin seperti ini yang berani bertaruh dengan jabatan,”terang Redi.

Menurut Redi, desakan mundur karena dinilai tidak ada perubahan, persoalannya masih tertumpu pada kepentingan sesaat dan segelintir pihak. Beda hal kalau desakan mundur itu betul-betul datang dari mayoritas masyarakat Kabupaten Sukabumi.

“Selama ini saya perhatikan, yang mendesak mundur, kan orangnya itu – itu saja. Tidak ada perubahan itu kata siapa?. Tidak semua masyarakat Kabupaten Sukabumi menuntut mundur kan?. Masih banyak yang simpati dan pasti menginginkan Pak Marwan dan Pak Adjo tetap menyelesaikan tugas sampai akhir masa jabatan lima tahun kedepan,”beber Redi.

Untuk itu, Redi kembali mengajak pihak-pihak yang selama ini kontra atau aktif mengkritisi pemerintahan Marwan-Adjo, sampai mendesak mundur kepada Marwan, agar berdialog.”Saya dan kawan-kawan siap adu data adu argumentasi soal keberhasilan pemerintahan Pak Marwan dan Pak Adjo. Dialog itu lebih rasional,”tandasnya.

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close