Kota Sukabumi

Kos-Kosan Jadi Target Razia

WARUDOYONG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Sukabumi menjadikan tempat kos-kosan sebagai target razia penertiban dalam upaya penegakan Paraturan Daerah (Perda) tentang penataan tempat indekos atau rumah kontrakan.

Kepala Bidang Penegak Perda (Gakda) Satpol PP Kota Sukabumi Ajat Sudrajat mengatakan razia tempat kos-kosan akan digelar secara rutin dengan metode penentuan lokasi dan waktu kegiatannya secara random. Kaitan kegiatan ini bukan hanya menegakan Perda Nomor 8 Tahun 2017 saja, tetapi juga mengantisipasi pelanggaran dua perda lainnya.

Yakni perda tentang peredaran minuman keras serta perda yang mengatur tentag administrasi kependudukan. Setiap penghuni kos-kosan akan menjalani pemeriksaan kepemilikan KTP atau identitas kependudukan lainnya, termasuk mengenai aktifitas para penghuni yang diindikasi menjadikan kos-kosan sebagai tempat penyimpanan sekaligus peredaran minuman keras atau barang terlarang lainnya.

“Intinya kegiatan razia kos-kosan tersebut akan dilaksanakan secara continue, tentu saja pola target lokasi dan waktunya melalui random agar tidak terjadi kebocoran rencana kegiatan. Tujuannya adalah menertibkan para penghuninya agar tidak melakukan pelanggaran perda,” jelas Ajat kepada Radar Sukabumi, kemarin.

Menurut Ajat, sanksi bagi para penghuni nantinya akan disesuaikan sesuai dengan kesalahan yang dilakukannya. Misalnya, bila mereka kedapatan menyimpan beralkohol akan dikendakan perda nomor 13 Tahun 2015. Sedangkan jika kedapatan tidak memiliki identitas maka sanksinya akan dikenakan perda tentang Administrasi Kependudukan.

“Sanksi buat penghuni kosan tergantung tingkat kesalahannya, tapi bisa dikatakan kami akan bertindak tegas jika ditemukan pelanggaran,” ungkapnya. Masih dikatakan Ajat, langkah penertiban kamar kos, sudah tertuang dalam aturan perda nomor 8 Tahun 2017 tentang Penataan Tempat Indekos atau Rumah Kontrakan.

Selain untuk menertibkan tindak asusila di kamar kos, langkah ini untuk mengurangi angka kriminal terutama penyalahgunaan narkotika. “Sebelumnya kita melakukan penertiban dibeberapa wilayah, kita menemukan ada enam pasangan bukan suami istri berada di tempat kos kosan dan beberapa alat bukti KTP yang diamankan,” bebernya.

Sementara itu salah seorang warga Asep Mulyana (34) mengaku sangat mendukung langkah Satpol PP untuk menertibkan tempat kos kosan di Kota Sukabumi. Asep menilai langkah penertiban sangat tepat dilakukan karena di sebagian tempat kosan kosan tidak sedikit seringkali digunakan untuk kegiatan negatif. “Sebagai warga kita sangat mendukung, malah harus ditingkatkan supaya nanti segala bentuk kegiatan yang negatif bisa ditekan,” pungkasnya. (sbh/t)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Close