DUNIASUKABUMI

Ledakan di Masjid Al Rawdah Mesir, Korban Tewas Jadi 235 Orang

Jumlah korban ledakan bom dan serangan bersenjata di salah satu masjid, Mesir dilaporkan terus bertambah. Para pelaku menyerang ke arah jemaah yang baru menunaikan ibadah salat Jumat.

Insiden tersebut terjadi di masjid Al Rawdah di Bir al-Abed, yang ada di kota El-Arish. Media setempat sebelumnya sempat menyebutkan jumlah korban tewas adalah 155 orang, kemudian bertambah menjadi 184 orang.

Kini dilansir dari Aljazeera, Jumat (24/11) korban tewas mencapai 235 orang. Pemerintah Mesir pun menyatakan sebagai Hari Berkabung Nasional.

Media negara Mesir MENA melaporkan ada 120 orang terluka dalam serangan tersebut. Laporan media lokal mengatakan penyerang diduga menanam bahan peledak dan kemudian melepaskan tembakan ke saat ceramah sedang berlangsung.

Kementerian Luar Negeri Indonesia terus berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kairo menyusul serangan teror di sebuah masjid di Sinai, Mesir.

Para pelaku meledakkan bom dan melepaskan tembakan ke arah jemaah yang baru menunaikan ibadah salat Jumat. Insiden tersebut terjadi di masjid Al Rawdah di Bir al-Abed, yang ada di kota El-Arish.

Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan KBRI di Kairo untul memastikan tak ada Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi korban. Sejauh ini belum ada laporan mengenai hal itu.

Dalam akun Twitter resminya, Kementerian Luar Negeri Indonesia mengecam serangan teror di El-Arish, Sinai Utara, Mesir sekitar 450 km dari Kairo. Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kairo terus memantau perkembangan situasi di El-Arish.

“Hingga saat ini tidak ada informasi mengenai WNI yang menjadi korban dalam insiden tersebut,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir, Jumat (24/11).

Masjid di Mesir yang mendapat serangan bersenjata serta ledakan. (The Guardian)

Mesir memang sudah sejak lama bertahun-tahun berjuang melawan gerakan bersenjata di Semenanjung Sinai.

Pada tahun 2014, setelah sebuah bom bunuh diri yang menewaskan 31 tentara, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi mengumumkan keadaan darurat di semenanjung tersebut, yang menggambarkannya sebagai sarang dan zona aman teroris.

Akibatnya, pihak berwenang melakukan penutupan jalan Arish-Rafah, dan lebih jauh ke arah timur. Sementara itu Pemerintah Indonesia memastikan belum ada laporan korban Warga Negara Indonesia (WNI) dalam kejadian tersebut.

Meski begitu Kementerian Luar Negeri terus berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).

(ika/JPC)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close